Olahraga

Ferry Kono Jawab Skeptisisme dan Kegelisahan dengan Hasil

Kontingen Indonesia mampu finis di peringkat tiga perolehan medali SEA Games Hanoi 2021.


Ferry Kono Jawab Skeptisisme dan Kegelisahan dengan Hasil
CdM Kontingen Indonesia untuk SEA Games Hanoi 2021, Ferry Kono (NOC Indonesia/Naif Al’As)

AKURAT.CO, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk SEA Games Hanoi 2021, Ferry Kono kini bisa bernapas lega. Pasalnya, kontingen ramping yang dibawanya berhasil pulang ke Tanah Air dengan menempati peringkat ketiga, atau yang terbaik sepanjang empat edisi terakhir gelaran pesta olahraga se-ASEAN.

Ferry sendiri ditunjuk menjadi pimpinan kontingen pada 40 hari jelang keberangkatan. Tantangan teknis dan nonteknis menjadi santapan sehari-hari. Apalagi sebelumnya, keterbatasan anggaran juga sempat menjadi isu karena budget keberangkatan SEA Games tidak masuk dalam alokasi RAPBN 2022.

Tak sampai di situ, perubahan paradigma sistem olahraga yang menghadirkan DBON  menuai pro-kontra. Terutama ketika keputusan Tim Review tak mampu memuaskan semua pihak. Kendati pemilihan tersebut menjadi tugas tim review, CdM tetap menjadi sasaran ketidakpuasan.

baca juga:

"Saya ini CdM yang ditunjuk dan memiliki waktu persiapan yang sangat singkat. Sejak awal sudah ada tantangannya. Dilematika yang terjadi jelang keberangkatan itu luar biasa, Dihujat sana sini, bully-an yang masuk di akun Instagram tidak terhitung," kata Ferry, Selasa (24/05).  

"Terutama terkait pro-kontra kebijakan pemilihan cabor yang dilakukan tim review. Saya bahkan jadi imbas hujatan di media sosial. Kenapa cabor ini tak berangkat? Kenapa atlet ini tak berangkat? Prediksi kegagalan, dsb."

Pada akhirnya, skeptisisme atas peforma Tim Indonesia di SEA Games pun terjawab. Negeri Naga Biru menjadi saksi bagaimana perjuangan atlet-atlet Indonesia, mulai konsistensi senior, kejutan darah muda, hingga sejarah baru yang diciptakan Timnas Basket Indonesia untuk mengakhiri penantian emas sejak 1977.

Meski demikian, Ferry mengaku ia sempat gelisah selama games time.  Terutama ketika Indonesia belum mendapat raihan medali saat pundi medali negara lain sudah mulai terisi.

"Terus terang games time dimulai dan Indonesia belum mendapat medali, saya  bertanya kepada tim 'cenayang' (review-red), medali kok belum ada? Emas akhirnya pecah di-rowing pada 12 Mei, besoknya 4 emas, selanjutnya 6 emas, dan terus bertambah," cerita Ferry.

Namun, kegelisahan sempat terlintas lagi ketika Singapura merajai cabang olahraga renang. Hampir lima menit sekali, kata Ferry, perenang Singapura naik podium tertinggi di Aquatic Sports Palace National Sport Complex.