News

Ferdy Sambo Tersangka, SETARA Institut Sebut Kapolri Lulus Ujian Terberat

Drama pengungkapan pembunuhan Brigadir Joshua telah dilewati dengan baik oleh Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo.


Ferdy Sambo Tersangka, SETARA Institut Sebut Kapolri Lulus Ujian Terberat
Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Hendardi, saat menyambangi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6/2019). (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Drama pengungkapan pembunuhan Brigadir Novriansyah Josua Hutabarat atau Brigadir Joshua telah dilewati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tabir peristiwa berdarah itu terkuak setelah Kapolri mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pada Selasa (9/8/2022). 

Ketua SETARA Intitute Hendardi memuji kerja cepat tim khusus yang dibentuk Kapolri. Mereka telah membuktikan bahwa diplomasi kejujuran, transparansi dan kinerja berbasis data telah menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap Brigadir J. 

"Di tengah menurunnya kepercayaan publik pada institusi Polri, kasus ini sungguh menjadi ujian terberat bagi Kapolri, meskipun akhirnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo lulus dari ujian tersebut," katanya dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022). 

baca juga:

Dia mengatakan, langkah maju Polisi dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J itu telah memutus berbagai spekulasi dan politisasi yang mengaitkan peristiwa ini dengan banyak hal di luar isu pembunuhan itu sendiri.

"Meskipun motif pembunuhan itu mungkin belum terungkap, tetapi penetapan tersangka atas FS telah memusatkan kepemimpinan penyidikan Polri mengalami kemajuan signifikan dan memutus politisasi oleh banyak pihak yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan politik dan keamanan," katanya. 

Dia mengatakan, prestasi pengungkapan kasus pembunuhan itu tidak hanya menjaga citra polisi di masyarakat, tetapi juga menunjukan bahwa instrumen perwujudan keadilan masih bekerja dengan baik. 

Dia menambahkan, pengungkapan keterlibatan FS dalam peristiwa pembunuhan itu menjadi pembelajaran sangat penting bahwa oleh faktor-faktor tertentu, anggota Polri dan juga penegak hukum lainnya, dapat saja terlibat suatu perbuatan yang melanggar hukum. 

"Tetapi, sebagai sebagai sebuah instrumen penegakan hukum, institusi Polri tetap harus menjalankan tugas legal dan konstitusionalnya menegakan keadilan. Polri harus diawasi dan dikritik, tetapi sebagai sebuah mekanisme tentu harus dipercaya," katanya.[]