News

Ferdinand Sebut Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Sombong Merasa Tidak Bersalah

Padahal mediasi solusi yang baik agar semua pihak bisa saling menjelaskan maksud masing-masing


Ferdinand Sebut Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Sombong Merasa Tidak Bersalah
Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean mengamini rencana Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggugat perdata Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar.

Gugatan perdata ditempuh Luhut usai proses mediasi tidak mencapai titik temu karena Fatia dan Haris tidak menghadiri undangan penyidik. Sebelumnya, Luhut melaporkan Fatia dan Haris dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Ketika terlapor mengabaikan restoratif justice, artinya ada kesombongan merasa tidak bersalah disana," kata Ferdinand dalam cuitannya diakun twitter @FerdinandHaean3, Selasa (16/11/2021).

baca juga:

Padahal, menurut Ferdinand, mediasi solusi yang baik agar semua pihak bisa saling menjelaskan duduk masalah. Untuk itu, dia menyarankan agar laporan tersebut diproses hukum.

"Tapi Harris Azhar malah tidak hadir. Sebaiknya dilanjutkan saja proses hukumnya..!!," ujarnya.

Ketika terlapor mengabaikan restoratif justice, artinya ada kesombongan merasa tidak bersalah disana. Padahal mediasi itu solusi yg baik agar semua pihak bisa saling menjelaskan maksudnya, tp Harris Azhar malah tidak hadir.Sebaiknya dilanjutkan saja proses hukumnya..!! pic.twitter.com/g8iWkUaiX4

— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHaean3) November 16, 2021

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar pandjaitan datang ke Polda Metro Jaya untuk mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidayanti. Namun, Haris dan Fatia tidak hadir.

"Diundang untuk mediasi sebenarnya kalau nggak keliru itu minggu lalu, tapi saya keluar (negeri). Kemudian dijanjikan hari Jumat kebetulan saya juga dinas ke luar. Kemudian diurus oleh Haris diminta hari ini. Ya saya datang hari ini, tapi Haris tidak bisa datang. Ya sudah, yang satu lagi juga nggak datang," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Luhut mengatakan usai mediasi hari ini gagal, pihaknya tidak akan melakukan proses mediasi lagi di kemudian hari terkait laporannya kepada Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Dia menegaskan akan membawa kasus ini hingga ranah meja hijau.

"Kalau proses (mediasi) ya sudah selesai. Saya pikir lebih bagus ketemu di pengadilan aja saya bilang," katanya.[]

Lalu apa tanggapan Fatia?

"Menyesalkan rencana gugatan yang akan dilayangkan oleh pihak Luhut," kata Fatia dalam keterangan tertulis, Senin (15/11/21).

Fatia menilai gugatan perdata yang direncanakan Luhut merupakan bentuk arogansi pejabat publik yang tidak membuka ruang diskusi atau pun menghormati mekanisme kepolisian terkait keadilan restoratif.

"Narasi tersebut juga justru mengesankan pihak Luhut berkuasa mengatur proses mediasi," lanjut Fatia.

Fatia mengatakan tiga kali menerima undangan mediasi terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut. Dari tiga undangan mediasi tersebut ia dan Haris dua kali menyambangi Polda Metro Jaya untuk mediasi. Masing-masing pada 21 Oktober 2021 dan 1 November 2021. Namun, mediasi urung dilakukan karena Luhut tidak hadir dengan alasan sedang berada di luar negeri.

Fatia mengatakan dirinya sebagai terlapor menerima ketidakhadiran Luhut.

"Sudah terjadi kesepakatan antara pihak terlapor dengan pihak penyidik Polda Metro Jaya untuk membentuk sebuah kesepakatan jadwal terlebih dahulu sebelum menentukan jadwal mediasi agar dapat berjalan dengan semestinya," ujar Fatia.

Namun, kata dia, alih-alih pihak penyidik meminta kesepakatan dan kesediaan dari pihak terlapor guna melakukan mediasi yang dijadwalkan hari ini.

"Pihak terlapor justru langsung menerima undangan dari penyidik dengan jadwal yang hanya disesuaikan dengan pihak pelapor," kata Fatia.

Terkait panggilan mediasi ketiga hari ini, kata Fatia, dirinya telah mengirim surat lewat SK/05/TA-BI/XI/2021 tertanggal 13 November guna meminta penundaan kepada penyidik karena berhalangan hadir.

Selain itu, Fatia telah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Kompol Welman Feri yang menyatakan dirinya berhalangan hadir karena sedang berada di luar provinsi.

"Prinsip terpenting dalam mediasi penal adalah kehadiran para pihak agar memberikan akses dan kesempatan yang sama dan seluas mungkin kepada para pihak yang bersengketa untuk memperoleh keadilan," kata Fatia.[]