News

Ferdinand Sarankan KPK Buka Data TWK yang Jadi Polemik Publik

"Ada baiknya KPK membuka saja data tes mereka ke publik," ujarnya.


Ferdinand Sarankan KPK Buka Data TWK yang Jadi Polemik Publik
Ferdinand Hutahaean, Politisi Demokrat, memberi keterangan terkait ketidak hadiran Sandiaga Uno dalam debat kedua. Ia menyebut, dari pada cuma jadi penonton, tentu akan lebih baik jika Sandi saat ini berada di tengah-tengah masyarakat bawah. (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka data tes wawasan kebangsaan (TWK) Novel Baswedan dan 74 pegawai yang dinonaktifkan.

"Saya pikir untuk mengakhiri konflik dan perdebatan ini, dan agar publik tidak dibuat bingung oleh narasi-narasi provokatif dari kelompok pendukung Novel, ada baiknya KPK membuka saja data tes mereka ke publik," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan resminya pada Sabtu (15/5/2021).

Selain itu, Novel dkk juga ditantang berikan jawaban secara terbuka atas sikap mereka soal organisasi Front Pembela Islam (FPI), Hizbut-Tahrir (HTI), dan Ideologi Pancasila.

"Kita tuntut Novel Baswedan dkk untuk menjawab terbuka menjelaskan sikap mereka terkait dengan FPI dan HTI serta ideologi tunggal Pancasila. Saya pikir jawaban mereka terjadap pertanyaan singkat ini akan menjelaskan ke publik mengapa mereka tidak lulus TWK," ujarnya.

"Bahkan tampaknya perlu juga para pendukungnya menjawab pertanyaan yang sama. Berani?" sambungnya.

TWK ini menurutnya menjadi kontroversial dan semakin liar, juga semakin menjadi bahan polemik yang tak kunjung berakhir.

"Opini diluar semakin berkembang buruk dan menyalahkan KPK dan lebih parah lagi malah menyalahkan Jokowi sebagai pihak yang bertanggung jawab dan dituduh dengan firnah," katanya.

Kata Direktur Eksekutif EWI ini  jelas polemik soal TWK ini tidak sehat dan membuat publik semakin bingung.

"Padahal tes itu dilaksanakan KPK bekerja sama dengan BIN, BAIS, BNPT, BKN dan Pusat Psikologi TNI Angkatan Darat. Masa lembaga-lembaga negara sebesar ini dituduh merekayasa sesuatu hanya untuk menyingkirkan Novel Baswedan dkk? Memangnya Novel siapa makanya harus butuh lembaga besar untuk menyimgkirkan dia? Berlebihan saja," katanya.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co