Ekonomi

Fenomena Bubble Burst Merajalela, Waspada untuk Para Startup!

fenomena bubble burst disebabkan oleh naiknya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menjadikan biaya modal turut naik


Fenomena Bubble Burst Merajalela, Waspada untuk Para Startup!
Ilustrasi Startup (unsplash.com)

AKURAT.CO, Pendiri AC Venture, Pandu Patria Sjahrir dalam pernyataannya mengatakan kepada para pendiri perusahaan rintisan atau startup agar dapat mewaspadai fenomena yang saat ini banyak terjadi di kalangan perusahaan startup, fenomena tersebut dikatakan sebagai 'Bubble Burst'.

Pandu mengatakan, fenomena bubble burst disebabkan oleh naiknya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menjadikan biaya modal turut naik sejak bulan November-Desember 2021.

Hal tersebut menjadikan banyak investor yang memindahkan asetnya dari perusahaan yang memiliki capital growth tinggi serta banyak mencari perusahaan dengan aset yang aman seperti bidang komoditas.

baca juga:

" Banyak yang lari ke komoditas, juga precious metal, kepada asset class yang lain. Nah untuk perusahaan teknologi yang sangat high growth dan benefit dari low cost environment, itu mereka mengalami penurunan karena banyak investor lari," ujar Pandu mengutip dari Antara, Jumat (24/6/2022).

Bubble Burst sendiri dikenal sebagai fenomena yang mana adanya kondisi bisnis yang mengalami percepatan kenaikan yang tinggi, namun juga dengan cepat mengalami penurunan.

Walaupun begitu, Pandu menjelaskan bila saat ini merupakan waktu yang sangat menarik untuk menilik perkembangan startup yang saat ini masih ada pertumbuhan di sektor bidang teknologi.

"Apa sih yang berubah selama 4-5 bulan terakhir, karena pertumbuhannya masih ada. Banyak perusahaan sektor teknologi ini. Menurut saya sangat bagus untuk melihat nilai yang ada pada sektor teknologi," ucap Pandu.

Akan tetapi, Pandu tetap mewanti-wanti kepada pendiri atau founder startup bila investor akan lebih berhati-hati, saat ini banyak investor yang cenderung mencari startup yang bisa menjawab solusi permasalahan yang ada di masyarakat dari hulu hingga hilir.

Dalam menghadapi bubble burst, Pandu pun memberikan tiga tips untuk pendiri startup. Pertama mereka harus benar-benar dilihat apakah bisnis mereka mampu menghasilkan omzet atau tidak.

Sumber: Antara