Olahraga

Federer: Atlet Harus Ambil Keputusan Soal Olimpiade

Roger Federer belum bisa memutuskan partisipasinya di Olimpiade Tokyo 2020.


Federer: Atlet Harus Ambil Keputusan Soal Olimpiade
Petenis legendaris asal Swiss, Roger Federer, dalam konferensi pers menjelang Australia Terbuka 2020 di Melbourne, Australia, Sabtu (18/1). (REUTERS)

AKURAT.CO, Petenis awal Swiss, Roger Federer, mengambil posisi terbuka terhadap polemik apakah Olimpiade Tokyo 2020 tetap diselenggarakan atau dibatalkan. Pemilik rekor 20 gelar grand slam tersebut mengatakan bahwa atlet bebas memilih untuk berangkat atau tidak ke pesta olahraga terbesar dunia itu.

Pernyataan ini disampaikan setelah beberapa koleganya, seperti Naomi Osaka dan Rafael Nadal, menyatakan keraguan terhadap terselenggaranya Olimpiade Tokyo. Sejalan dengan meningkatnya kasus penularan virus corona (COVID-19) di Jepang.

“Saya ingin bermain di olimpiade, memenangi medali untuk Swiss. Itu akan membuat saya memiliki kebanggaan khusus. Tapi, jika itu tidak terjadi karena situasi, saya juga bakal menjadi yang pertama mengerti,” kata Federer sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Menurut saya, apa yang atlet butuhkan adalah keputusan: ini terlaksana atau tidak?”

Olimpiade Tokyo sedianya dijadwalkan pada 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang sebagai jadwal tunda dari tahun lalu. Sementara itu, Tokyo saat ini berjuang menghadapi gelombang penularan dengan menerapkan darurat sampai akhir Mei.

“Saat ini, kesan yang kita dapatkan adalah (olimpiade) ini bakal terlaksana. Kita tahu ini adalah situasi yang mengalir. Dan Anda juga bisa memutuskan sebagai atlet apakah Anda ingin berangkat,” ucap Federer.

“Jika Anda merasa banyak penentangan, mungkin sebaiknya tidak berangkat. Saya juga tidak tahu.”

Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Jepang sendiri saat ini masih tetap pada pendirian bahwa olimpiade digelar sebagaimana mestinya. Namun, di sisi lain, kekhawatiran atlet menjadi tekanan bagi kedua lembaga tersebut untuk memastikan bahwa tren pandemi menurun di lokasi perhelatan.

Di lain sisi, sejumlah turnamen tunggal tetap masih terlaksana di banyak tempat. Di cabang tenis saja, misalnya, tahun ini tetap menjadwalkan empat turnamen grand slam dengan Australia Terbuka yang sudah terjadi pada Februari-Maret lalu.

Federer sendiri, berencana akan kembali ke negaranya untuk bermain di Jenewa Terbuka, pekan depan. Ini akan menjadi turnamen keduanya tahun ini setelah yang pertama pada Maret lalu.

Federer juga mengaku telah menerima vaksin COVID-19 bikinan Pfizer. Atlet berusia 39 tahun tersebut mengatakan bahwa keputusannya untuk menerima vaksin karena ia memedulikan keselamatan orang-orang di sekitarnya.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co