News

FDA AS Beri Lampu Hijau Penggunaan Vaksin Pfizer Bagi Remaja 12-15 Tahun

Vaksin corona diperbolehkan untuk remaja 12-15 tahun


FDA AS Beri Lampu Hijau Penggunaan Vaksin Pfizer Bagi Remaja 12-15 Tahun
Pfizer/BioNTech menjadi vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan pada remaja dan remaja yang lebih muda di AS (iStock/Phynart Studio via CBS 58)

AKURAT.CO Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) telah memperluas izin penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19 kepada kelompok usia 12-15 tahun.

Seperti disebutkan dalam situsnya, FDA mengungkap bahwa pemberian izin untuk Pfizer/BioNTech adalah bagian dari upaya mencegah penularan virus corona yang lebih luas.

FDA juga menuturkan bagaimana pihaknya akhirnya memutuskan untuk mengamandemen otorisasi untuk ikut memasukkan kaum remaja dengan rentang usia 12-15 tahun. Sementara diketahui, pada Desember lalu, FDA awalnya berencana hanya mengizinkakan penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech untuk umur 16 tahun dan usia di atasnya.

"Perluasan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 untuk remaja 12 hingga 15 tahun adalah langkah signifikan dalam memerangi pandemi COVID-19.

"Tindakan hari ini memungkinkan populasi yang lebih muda terlindung dari COVID-19, membawa kita lebih dekat untuk kembali ke kehidupan normal dan mengakhiri pandemi," kata Penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock, MD seperti dikutip dari situs FDA pada Senin (10/5).

Pengumuman ini muncul setelah pada minggu lalu, Presiden Joe Biden memberikan pidato sambutannya di Gedung Putih. Saat itu, Biden pun diketahui mengucap kesediaan untuk membangun apotek untuk keperluan vaksinasi remaja setelah FDA memberi persetujuan. 

Disebutkan juga bagaimana dalam agenda ini, akan ada setidaknya 20 ribu apotek yang tersebar di seluruh negeri.

Pada Rabu (13/5) waktu setempat, para anggota Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi (ACIP) rencananya akan bertemu untuk memperbarui rekomendasi tentang siapa yang harus menerima vaksin Pfizer.

Sekadar info, ACIP adalah bagian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC).

Kemudian, jika Kepala CDC, Dr. Rochelle Walensky, menyetujui rekomendasi panitia, suntikan pertama untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dapat dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

"Vaksinasi bisa datang secepatnya pada hari Kamis," kata Dr. Peter Marks yang menjabat sebagai direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, seperti dikutip dari NBC News.

Lalu jika suntikan jadi diberikan untuk kelompok usia 12-15 tahun, pihak berwenang dikatakan bakal memberi dosis yang sama dengan kelompok dewasa. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua juga disebutkan akan sama, yakni sekitar tiga minggu.

Jika nanti izin vaksinasi diamini oleh CDC, peluncuran vaksin mungkin akan berbeda di tiap-tiap negara bagian. Misalnya, karena aturan negara bagian tertentu, beberapa apotek mungkin tetap tidak bisa seenaknya memberi suntikan kepada remaja yang lebih muda.

Selain itu, administrasi juga berencana untuk mengirim vaksin langsung ke kantor dokter anak, di mana orang tua mungkin merasa lebih nyaman mendiskusikan vaksinasi untuk anak-anak mereka. Vaksinasi juga akan tersedia di situs lain, seperti pusat komunitas.

Pada akhir Maret lalu, Pfizer mengatakan bahwa dari data uji klinis Fase 3, vaksinnya 100 persen efektif dalam mencegah penyakit pada kelompok usia 12-15 tahun. 

Hasil itu ditarik Pfizer dari studi uji coba yang dilakukan di AS. Dalam uji cobanya itu, Pfizer setidaknya melibatkan lebih dari 2.200 orang dalam kelompok usia tersebut. Lalu, setengah dari relawan itu diberikan suntikan asli, sedangkan sisanya mendapatkan plasebo atau 'obat kosong'.

Kemudian setelah diuji, Pfizer mendapati 18 orang dalam kelompok plasebo didiagnosis dengan COVID-19. Sementara untuk kelompok yang mendapat vaksin asli, tidak ada yang terinfeksi COVID-19.

Dalam pengumumannya itu, Pfizer juga menegaskan bahwa vaksinnya aman untuk anak-anak, dan efek samping minimal, seperti demam ringan atau sakit lengan. 

Namun, hasil itu tetap dikritik karena Pfizer dinilai kurang dalam memberikan rincian data lengkap untuk hasil uji cobanya. Oleh dokter, Pfizer pun dituntut untuk meningkatkan transparansi demi meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan vaksinnya. 

Meski dalam hal ini, ahli tetap yakin jika vaksin Pfizer nantinya akan aman untuk usia remaja.

"Semakin banyak transparansi yang dapat kita miliki dalam seluruh proses ini, semakin baik kita dalam hal kepercayaan.

"Namun, vaksin itu tampaknya sangat aman. Saya pikir itu bisa menyemangati para orang tua dan remaja," kata Dr. Sean O'Leary, wakil ketua komite penyakit menular di American Academy of Pediatrics.

Oleh ahli, anak dan remaja umumnya memang tidak dianggap sebagai kelompok rentan dalam infeksi COVID-19. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada kasus dimana anak bisa menjadi sangat sakit hingga tidak jarang ada yang meninggal.

Bahkan di AS sendiri, jumlah kasus COVID-19 pada individu berusia 11 hingga 17 tahun bisa mencapai hingga 1,5 juta pasien. Jumlah kasus ini ditarik dari rentang waktu 1 Maret 2020 hingga 30 April 2021, seperti diungkap FDA. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co