News

Fatwa Al-Azhar Mesir Izinkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia, Ini Syaratnya

Institusi keagamaan terkemuka di Mesir, Al-Azhar, mengeluarkan fatwa yang mengizinkan ginjal babi ditransplantasikan ke tubuh manusia.


Fatwa Al-Azhar Mesir Izinkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia, Ini Syaratnya
Al-Azhar dianggap sebagai otoritas keagamaan tertinggi di Mesir dan umat Islam di seluruh dunia memandangnya sebagai pedoman. (Foto: Al Araby) ()

AKURAT.CO Institusi keagamaan terkemuka di Mesir, Al-Azhar, pekan ini mengeluarkan fatwa yang mengizinkan ginjal babi ditransplantasikan ke tubuh manusia. Namun, syarat dan ketentuan berlaku.

Dilansir dari Al Araby, sekelompok ahli bedah di New York, Amerika Serikat (AS), berhasil mentransplantasikan ginjal babi ke pasien manusia awal bulan ini. Artinya, mereka berhasil menemukan sumber terbarukan untuk organ yang persediaannya terbatas.

Namun, pencapaian sains ini sontak menimbulkan perdebatan di kalangan Muslim. Pasalnya, dalam Islam, babi dianggap sebagai hewan najis. Al-Qur'an pun melarang umat Islam memakan dagingnya.

Sementara itu, Al-Azhar dianggap sebagai otoritas keagamaan tertinggi di Mesir. Umat Islam di seluruh dunia juga memandangnya sebagai pedoman.

"Islam melarang berobat dengan apa pun yang berbahaya, kotor, atau dilarang. Namun, jika penggunaan organ tersebut adalah untuk menyelamatkan nyawa, itu boleh saja, hanya jika mendesak," bunyi fatwa Al-Azhar tersebut.

Al-Qur'an sangat mementingkan penyelamatan nyawa manusia. Ada salah satu ayat yang berbunyi, "Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." (QS. Al-Maidah: 32).

Jadi, pengecualian terhadap aturan agama biasanya dapat dibuat untuk menyelamatkan nyawa atau kepentingan lainnya.[]