News

Faldo: Mural Gak Salah jika Ada Izinnya, kalau Tak Berizin Itu Sewenang-wenang!

Mural "404 Not Found" dianggap mencederai hak orang lainnya. Selain itu, mural bergambar wajah mirip Presiden Jokowi itu dinilai menyalahi aturan.


Faldo: Mural Gak Salah jika Ada Izinnya, kalau Tak Berizin Itu Sewenang-wenang!
Faldo Maldini (Screencapture/Youtube/Faldo Maldini)

AKURAT.CO, Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini menyebut mural dalam bentuk kritikan, tak ada salahnya. Namun, jika tak ada izin maka itu melawan hukum.

Dia mengatakan demikian karena ramainya mural mirip Presiden Jokowi yang matanya ditutupi tulisan "404 Not Found" dan sudah dihapus oleh aparat keamanan.

"Jadi, mural itu, gak salah. Kalau ada izinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang. Makanya, kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu kalau tembok kita, yang tanpa izin kita. Orang yang mendukung kesewenang-wenangan harus diingatkan," kata Faldo di laman Twitter-nya @FaldoMaldini, sebagaimana dinukil AKURAT.CO, Minggu (15/8/2021).

Faldo mengaku bahwa memang dirinya agak keras dalam mengeluarkan pernyataan mengenai adanya mural kritikan tersebut. Namun, dia menyoroti dengan tajam ihwal izinnya. Menurut dia, jika tak ada izin maka sama saja melawan hukum.

"Sekali lagi, saya minta maaf, agak keras. Yang jadi masalah bukan konten atau kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik. Tapi ini (jika tanpa izin) tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang," tandasnya.

Kritik dan hinaan, kata Faldo, seperti apa pun bentuknya tak akan mengurangi motivasi untuk menjawab persoalan pendemi yang menghantam seluruh negara di dunia ini. "Kami terus berfokus di situ," imbuhnya.

Sebelumnya, Ahli Tata Negara Refly Harun mengatakan bahwa yang namanya kritik dan pujian itu nilainya sama. "Jadi, kalau pujian... ya kalau memang itu di tempat yang tidak dibolehkan, ya dihapus juga. Tapi, kalau misalnya katakan di tempat ini ditulis 'Jokowi bapak bangsa', 'Jokowi pemersatu', 'Jokowi bapak infrastruktur' misalnya, lalu tiba-tiba polisi tidak menyatakan bermasalah artinya polisi subjektif," ujarnya.

"Sehingga dalam hal ini penegak hukum tidak melihat kebebasan berpendapat sebagai sebuah hak konstitusional. Jadi, kalau misalnya tempat itu tidak boleh untuk dicoret-coret, ya, untuk adanya mural yang harus dijelaskan juga dasar hukumnya apa," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, mural dengan tampilan wajah mirip Presiden Jokowi bertuliskan "404: Not Found" yang menutupi mata, muncul di Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Mural itu sudah ada sejak beberapa hari lalu namun kini sudah tak ada lagi. Mural itu dihapus Polsek, Koramil dan pihak Kecamatan Batuceper dengan cara menutupnya memakai cat warna hitam.[]