News

Fakta Terbaru Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Kerja 10 Jam Hanya Dibayar Makan

Para penghuni kerangkeng bekerja selama 10 jam di perusahaan pabrik kelapa sawit dan perkebunan PT Dewa Peranginangin milik Bupati Langkat nonaktif itu.


Fakta Terbaru Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Kerja 10 Jam Hanya Dibayar Makan
Foto Kerangkeng Manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-Angin (Tangkapan Layar YouTube Tiorita Rencana)

AKURAT.CO Temuan terbaru mengenai kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-Angin kini menjadi sorotan publik. Bahkan, hingga kini masih hangat untuk diperbincangkan.

Koordinator Tim Peduli Buruh Sumatera Utara (PBSU) Willy Agus Utomo mengatakan, para penghuni kerangkeng bekerja selama 10 jam di perusahaan pabrik kelapa sawit dan perkebunan PT Dewa Peranginangin milik Bupati Langkat nonaktif itu.

"Temuan ini berdasarkan investigasi yang dilakukan tim gabungan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara dan serikat buruh dengan mengunjungi Kantor Pemkab Langkat dan tempat kerangkeng manusia itu," kata Willy, Kamis (4/2/2022).

baca juga:

Willy menyampaikan dari hasil investigasi, disimpulkan tujuh fakta di lapangan diantaranya; Bupati Langkat memiliki pabrik kelapa sawit PT Dewa Rencana Peranginangin, memiliki kerangkeng manusia yang diakui masyarakat sekitar sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba, dan jumlah penghuni yang direhabilitasi kurang lebih 48 orang.

Lalu menurut Willy, orang-orang yang dikerangkeng itu dipekerjakan selama 10 jam mulai pukul 08.00-18.00 WIB tanpa menerima upah. Mereka hanya diberi makan dan puding serta tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Elemen serikat buruh di Sumut akan tetap mengawal proses penegakan hukum yang telah direkomendasikan tim pegawai pengawas, PPNS dan mediator Disnaker Sumut hingga kasus dugaan pelanggaran Ketenagakerjaan ini bisa terkuak tuntas," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara Baharuddin Siagian mengatakan, ada dua rekomendasi Tim PBSU terkait penegakan hukum ketenagakerjaan yang terjadi di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat tersebut.

"Jadi saya sudah bentuk tim dari pegawai Disnaker dan akan bekerja selama seminggu ke depan untuk segera memeriksa perusahaan. Mohon doa dan dukungan teman-teman serikat buruh Sumut," pungkasnya.

Sebelumnya, Beredar sebuah video pengakuan Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin bersama istrinya, Tiorita Terbit Rencana yang menyebut kerangkeng manusia tersebut sudah beroperasi selama 10 tahun. Video tersebut diunggah oleh sang istri di akun YouTube pribadinya "Tiorita Rencana".