Tech

Fakta Menarik Seputar Fenomena Midnight Sun

Fenomena ini membuat Matahari dapat bersinar selama 24 jam


Fakta Menarik Seputar Fenomena Midnight Sun
Ilustrasi - Fenomena Midnight Sun. (pixabay.com/oberlehner)

AKURAT.CO, Umumnya matahari akan terbit pada pagi hari dan tenggelam pada malam hari. Sebut saja di wilayah khatulistiwa, durasi siang dan malam kurang lebih sama, yaitu masing-masing sekitar 12 jam sepanjang tahun.

Meski begitu, nyatanya tidak semua negara memiliki waktu malam hari. Hal ini karena matahari terus bersinar selama 24 jam alias tidak ada malam hari.

Yang mana semakin jauh dari khatulistiwa, maka keseimbangan periode siang dan malam bisa berubah.

baca juga:

Fenomena tersebut disebut midnight sun yang biasanya terjadi di dekat wilayah Arktik dan Antartika selama musim panas.

Lalu, apa saja penyebab terjadinya fenomena ini dan ada fakta-fakta menarik apa saja terkait midnight sun? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab terjadinya fenomena midnight sun

Melansir dari Time and Date, fenomena midnight sun disebabkan karena kemiringan Bumi. Di mana Bumi berputar sekali sehari pada poros rotasinya, sebuah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Hal inilah penyebab mengapa matahari tampak terbit dan terbenam setiap hari.

Selain itu, Bumi mengorbit Matahari setahun sekali. Saat melakukannya, Bumi menelusuri bidang imajiner (permukaan datar seperti piringan) di sekitar Matahari yang dikenal sebagai bidang ekliptika.

Namun, ekuator Bumi tidak sejajar dengan bidang ekliptika karena kemiringannya 23,4 derajat.

Akibat kemiringan aksial ini, salah satu kutub Bumi biasanya akan condong ke arah matahari, sedangkan kutub lainnya menjauh. 

Ketika satu kutub mengalami midnight sun, kutub lainnya dalam keadaan kegelapan total

Pada bulan Juni, Kutub Utara miring ke arah Matahari. Pada kondisi ini, seberapa banyak pun Bumi berotasi, Matahari tidak pernah tampak terbenam, sehingga menyebabkan fenomena midnight sun.

Disaat yang sama, maka Kutub Selatan berada dalam kegelapan 24 jam.

Kemudian, pada enam bulan berikutnya, situasi tersebut akan dibalik. Di mana kutub Utara berada dalam posisi miring menjauhi Matahari, sehingga Matahari seperti tidak terbit sama sekali. Sementara, Kutub Selatan akan mendapatkan sinar matahari terus-menerus atau mengalami midnight sun.

Midnight Sun tidak hanya terjadi di kutub

Pada titik balik matahari di bulan Juni, seluruh wilayah Arktik, area yang dikelilingi oleh Lingkaran Arktik, mengalami fenomena midnight sun. Wilayah yang mengalami fenomena ini termasuk bagian dari AS (Alaska), Kanada, Greenland, Islandia, Norwegia, Finlandia, Swedia, dan Rusia.

Di mana, semakin dekat suatu tempat dengan Kutub Utara, maka semakin lama periode midnight sun.

Di kota paling utara di Alaska, Utqiaġvik, Matahari berada di atas cakrawala selama sekitar 82 hari, mulai sekitar 11 Mei hingga 1 Agustus.

Sementara, di kota paling utara di dunia, Ny-Ålesund, di pulau Spitsbergen, Norwegia, midnight sun bisa berlangsung selama 131 hari atau lebih, dari sekitar 17 April hingga 26 Agustus.

Efek fenomena midnight sun bagi tubuh manusia

Periode siang hari yang lebih panjang bisa memengaruhi suasana hati, siklus tidur, dan tingkat energi karena otak menjadi bingung. Misalnya, saat gelap, otak mengharapkan untuk tidur dan saat terang, otak berharap untuk terjaga.

Dengan begitu, midnight sun bisa menyebabkan kebingungan otak dan tidak bisa membedakan apakah harus tidur atau bangun.

Kemudian, efek umum karena fenomena ini bisa berupa kesulitan tidur atau gangguan tidur, hiperaktif, kelelahan, hingga suasana hati yang buruk.

Meski begitu, kebanyakan orang bisa menyesuaikan diri dengan hari yang lebih panjang atau malam yang lebih pendek, serta mampu memperbaiki situasi dengan mempertahankan jadwal, menggunakan teknik relaksasi, makan dengan baik, dan berolahraga.[]