Lifestyle

Kenali 5 Fakta Menarik Kota Semarang

Kenali 5 Fakta Menarik Kota Semarang
Ilustrasi Kota Semarang. (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah dan merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.

Nama "Semarang" berasal dari kata "sem" atau "asem", yang artinya "asam/pohon asam", dan kata "arang" yang berarti "jarang", yang kalau digabungkan menjadi "asam yang jarang-jarang".

Penamaan "Semarang" ini bermula ketika Ki Ageng Pandanaran I alias Ki Ageng Pandan Arang yang pada masa itu menjadi bupati pertama Semarang, datang ke sebuah pulau bernama Pulai Tirang dan melihat pohon asam yang jarang-jarang tumbuh berdekatan.

baca juga:

Penamaan Kota Semarang ini sempat berubah saat zaman kolonialisme Hindia-Belanda menjadi "Samarang". Kota Semarang ini merupakan satu dari tiga pusat pelabuhan (Jakarta dan Surabaya) penting bagi Hindia-Belanda sebagai pemasok hasil bumi dari wilayah pedalaman Jawa.

Mayoritas penduduk Kota Semarang adalah suku Jawa. Tapi, ada juga yang bersuku Arab, Pakistan, Tionghoa, Sunda, dan masih banyak yang lainnya. Dan agama yang dianut di kota ini mayoritasnya Islam.

Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 m sebelah barat Surabaya, atau 621 km sebelah barat daya Banjarmasin.

Dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia, Semarang cocok dijadikan sebagai tempat liburan bersama keluarga tercinta karena memiliki beragam destinasi wisata. Mulai dari, Lawang Sewu, Kawasan Simpang Lima, Klenteng Sam Po Kong, New Sabana Rawa Pening, Curug Lawe, dan masih banyak wisata lainnya.

Tak hanya wisata, di kota ini juga tersedia banyak tempat penginapan seperti hotel di Kawasan Simpang Lima Semarang. Sehingga semakin memudahkan pengunjung yang sedang berlibur ke sana.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik tentang Semarang. Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (25/1/2023), berikut fakta-fakta menarik seputar Kota Semarang.

1. Kota Pelabuhan

Pertumbuhan Kota Semarang tidak lepas dari kondisi geografis Semarang yang merupakan wilayah pesisir dengan adanya pelabuhan. Pelabuhan menjadi cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang hingga menjadi wilayah perkotaan saat ini.

Kota Semarang menjadi pelabuhan utama Kerajaan Mataram Kuno abad ke-VIII dan disebut dengan "Pragota". Pelabuhan ini dijadikan sebagai titik mula pelayaran yang dilakukan oleh pelaut Mataram Kuno yang berlayar hingga ke Madgaskar, Afrika, Tanjung Harapan, dan sebagainya.

Salah satu sungai tersibuk sebagai jalur lalu lintas kapal dan perahu adalah Sungai Semarang. Akibat sedimentasi sungai, sungai Semarang sudah tidak memungkinkan untuk jalur lalu lintas, kemudian pelabuhan direlokasi ke Muara Baru. Saat ini, pelabuhan utama di Semarang adalah Pelabuhan Tanjung Emas.

2. Peran Penting Kereta Api

Semarang berperan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Semarang menjadi tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia-Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari Desa Kemijen menuju Desa Tanggung sepanjang 26 km dengan lebar sepur 1435 mm.

Pencangkulan pertama dilakukan oleh Guberur Jenderal Hindia-Belanda, Mr. LAJ Baron Sloet van den Beele, pada 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum pada 10 Agustus 1867.

Kemudian, setelah ruas rel Kemijen - Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan Kota Semarang - Surakarta sepanjang 110 km, pada 10 Februari 1870.

Semarang memiliki dua stasiun kereta api utama, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol.

3. Kota dengan Beragam Julukan

Kota Semarang mempunyai berbagai macam julukan, salah satunya Venetië van Java. Hal ini karena, Semarang dilalui banyak sungai di tengah kota seperti di Venesia, Italia, sehingga Belanda menyebut Semarang sebagai Venetië van Java atau Venesia dari Jawa.

Julukan lainnya adalah Kota Atlas, yang artinya, aman, tertib, lancar, asri, dan sehat. Adanya julukan ini diharapkan masyarakat Semarang bisa memelihara kota dengan sangat baik. 

Semarang juga dijuluki Kota Lumpia karena lumpia merupakan makanan khas Semarang. Lumpia juga merupakan akulturasi dua budaya yaitu budaya Jawa dan China.

4. Terbagi Menjadi Dua Bagian

Kota Semarang ternyata terbagi menjadi dua kawasan yaitu Semarang Atas dan Semarang Bawah.

Semarang Atas letaknya lebih tinggi dibanding Semarang Bawah sehingga biasanya tidak terkena luapan air laut. Namun, beda halnya dengan Semarang Atas, Semarang Bawah cenderung terkena dampak dari luapan air laut karena lokasinya yang berada di bagian bawah dan dulunya merupakan laut yang mengalami sedimentasi aliran sungai dari Semarang Atas.

5. Kuliner Khas Semarang

Kuliner atau makanan yang paling identik dengan Semarang adalah Lumpia. Yang membedakan Lumpia Semarang ini dengan lumpia pada umumnya adalah isinya.

Lumpia pada umumnya hanya menggunakan rebung atau sayuran seperti wortel, kecambah, dan kubis. Sedangkan, lumpia Semarang biasanya berbahan dasar, rebung, daging ayam/udang ebi dan telur.

Meski identik dengan lumpia, masih banyak kuliner khas Semarang lainnya yang menarik dan menggugah selera.  Ada Tahu Gimbal, Garang Asem Ayam, Soto Bangkong, Babat Gongso, Pisang Plenet, Roti Ganjal Rel, Nasi Pindang, Wingko Babat, Bandeng Presto, Gandos, Mi Kopyok, dan masih banyak lagi.