News

Faizal: Bila SBY Mau Jinakkan PKS untuk Dukung AHY, Syaratnya Temui Luthfi Hasan Ishaaq


Faizal: Bila SBY Mau Jinakkan PKS untuk Dukung AHY, Syaratnya Temui  Luthfi Hasan Ishaaq
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Kediaman Pribadi SBY di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7) (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, semalam, belum membuahkan kesepakatan final.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan hasil pertemuan semalam baru kesepakatan awal koalisi Demokrat dan Gerindra. Kesepakatan untuk menjawab atau mencari jalan keluar atas berbagai persoalan bangsa. Siapa calon presiden dan calon wakil presiden akan dibicarakan di bab akhir koalisi.

"Kesepakatan awal Gerindra dan Demokrat malam ini akan disampaikan dengan kawan koalisi partai lain PAN dan PKS. Sekaligus menjawab bahwa Demokrat tidak memaksakan AHY untuk cawapres. Koalisilah yang nanti menentukan, dibicarakan bersama," kata Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__

Menurut analisis Ketua Progres 98 Faizal Assegaf bilamana Partai Demokrat ingin meluluhkan Partai Keadilan Sejahtera agar bersedia mendukung Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon wakil presiden, syaratnya mesti mendekati mantan  Luthfi Hasan Ishaaq.

"Bila SBY mau jinakin PKS untuk dukung AHY jadi cawapres Prabowo, syaratnya temui mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq di penjara dan minta maaf. Sebab, Lutfi disebut-sebut jadi korban politik di era kekuasaan SBY. Luka lama itu bikin elite dan kader PKS trauma untuk berkoalisi dengan Demokrat," kata Faizal Assegaf.

Dalam konferensi pers di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono semalam, baik Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono sepakat untuk mencegah politik identitas dan mencegah politik SARA. "Kami berkomitmen ikut mencegah jangan sampai politik identitas, politik SARA, secara ekstrim mendominasi pemilu, agar demokrasi kita tumbuh berkembang, makin berkualitas," kata ketua umum Partai Demokrat.

Menurut analisis Faizal Assegaf, janji Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto menolak politik SARA menohok PKS.

"Yakni, 1. SBY ingin brkoalisi dengan Gerindra, tetapi cawapresnya bukan dari PKS. 2. SBY ingin Prabowo lepas dari lingkaran kaum radikalisme dan intoleran. Bila SBY sukses singkirkan PKS, maka AHY dan Ketum PAN berpeluang jadi cawapres Prabowo," kata Faizal Assegaf.

Politikus Fahri Hamzah dengan memakai akun @Fahrihamzah menilai pertemuan semalam sebagai pertemuan yang bersejarah.  

Prabowo Subianto mengatakan apabila muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres pendampingnya, maka dirinya akan menjawab "why not" atau mengapa tidak.

"Terus terang saja saya harus katakan, kriteria yang saya butuh adalah yang saya yakini orang yang capable, bisa berkomunikasi dengan baik dengan generasi muda, karena pemilih mayoritas usia 40 tahun. Kalau umpamanya dalam pertemuan mendatang nama AHY muncul, saya harus katakan 'why not'," ujar Prabowo Subianto usai bertemu Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, semalam.

Prabowo Subianto menegaskan dalam pertemuannya itu Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak meminta Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres dengan harga mati. Menurut Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar dicari nama terbaik.

Prabowo Subianto menyampaikan Gerindra sangat gembira dengan suasana pertemuan itu karena ada "chemistry" yang bagus. Menurut dia, tanpa ditanya, para awak media pasti sudah mengerti pertanda itu.

"Tanpa ditanya kalian sudah mengertilah," kata Prabowo Subianto kepada wartawan. []