Ekonomi

Faisal Basri: Pemerintah Cenderung Tergesa-gesa Pindahkan Ibu Kota Negara!

proses awal IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) dilakukan pada awal semester di 2024


Faisal Basri: Pemerintah Cenderung Tergesa-gesa Pindahkan Ibu Kota Negara!
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana bakal menggelar perayaan HUT RI di ibu kota negara (IKN), Nusantara pada 17 Agustus 2024 mendatang. Adapun proses awal IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) dilakukan pada awal semester di 2024.

Terkait hal itu, ekonom senior Faisal Basri mempertanyakan urgensi pemerintah yang hendak menggelar upacara hari kemerdekaan di wilayah timur Kalimantan tersebut.

“Apakah pantas mendahulukan ambisi menggelar upacara hari kemerdekaan 17 Agustus di ibu kita negara (IKN) baru yang tinggal sekitar dua setengah tahun lagi,” ujarnya melalui akun Twitter @FaisalBasri dikutip Senin (24/1/2022).

baca juga:

Padahal, sambung dia, skema pendanaan IKN baru tersebut hingga saat ini masih belum jelas.

Faisal Basri menilai, keputusan teraebut cenderung dipaksakan. Mengingat pemerintah berencana menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu pembangunan IKN baru itu.

Dana PEN sendiri merupakan alokasi khusus dari pemerintah untuk mengendalikan kondisi perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19.

“Apakah pemindahan ibu kota sudah sedemikian daruratnya? Apakah tidak bisa setidaknya lima hingga sepuluh tahun?” ucap Faisal Basri.

Menurut dia, di tengah kondisi pandemi, pemerintah seharusnya berfokus menyelesaikan permasalahan Covid-19. Hal itu dilakukan dengan mengerahkan dan memaksimalkan segala sumber daya yang dimiliki bangsa ini.

“Segala tantangan dan ancaman yang sangat nyata itu menuntut bangsa ini agar fokus dan menghimpun segala kekuatan dan sumber daya yang ada untuk menghadapi dan menyelesaikannya,” kata Faisal Basri.

Tercatat pada Senin (24/1/2022), jumlah positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 2.927 kasus. Dengan penambahan itu, total kasus Covid di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 4.289.305 kasus.

Dalam data yang sama pemerintah melaporkan jumlah pasien sembuh pada hari ini sebanyak 944 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid di Indonesia menjadi 4.124.211.

Sementara kasus kematian akibat Covid pada hari ini sebanyak 7 kasus, sehingga total kasus kematian menjadi 144.227.

Pemerintah sendiri menyiapkan dana sebesar Rp510 miliar untuk tahap awal pembangunan IKN yang tertuang dalam dokumen Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022. Adapun untuk totalnya kebutuhan anggaran pembangunan IKN baru sebesar Rp466 triliun.

Sebelumnya, Faisal Basri menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang melorot ditengah gencarnya pemerintah berupaya memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Faisal Basri menilai pertumbuhan ekonomi nasional justru menunjukkan kecenderungan melambat. Menurut dia, pemulihan ekonomi relatif lebih lambat dibandingkan dengan negara tetangga.

“ Pendapatan nasional per kapita terus merosot dan kembali turun kelas dari negara berpendapatan menengah-atas menjadi negara berpendapatan menengah-bawah,” kata Faisal Basri.

Transformasi ekonomi tersendat tercermin dari nilai ekspor masih didominasi oleh komoditas primer. Sektor industri manufaktur juga terus merosot sebelum mencapai titik optimal.

Ia menjelaskan bahwa penduduk dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan rentan miskin masih melebihi setengah dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 17 Januari 2022 menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar. Jumlah itu turun 2,04 persen dibanding ekspor pada November 2021. Sedangkan jika dibandingkan Desember 2020 nilai ekspor naik sebesar 35,30 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2021 mencapai US$231,54 miliar atau naik 41,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52 persen.

Sementara itu, nilai impor Indonesia Desember 2021 mencapai US$21,36 miliar atau naik 10,51 persen dibandingkan November 2021. Jumlah itu juga lebih besar 47,93 persen dibandingkan dengan Desember 2020.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia Desember 2021 mengalami surplus sebesar US$1,02 miliar, terutama berasal dari sektor nonmigas US$3,30 miliar. Sementara di sektor migas terjadi defisit US$2,28 miliar.[]