Ekonomi

Faisal Basri: Masyarakat Miskin Bergantung Pada Pangan, Jangan Pajaki Sembako!

Faisal Basri mencatat bahwa 52,8% penduduk masih dalam level kondisi tak aman atau insecure


Faisal Basri: Masyarakat Miskin Bergantung Pada Pangan, Jangan Pajaki Sembako!
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Ekonom Faisal Basri mengatakan pemerintah harus memperhatikan kondisi masyarakat terkait wacana pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) sembako.

Ia mencatat bahwa 52,8% penduduk masih dalam level kondisi tak aman atau insecure.

"Di atas setengah penduduk kita hidup insecure ini menjadi masalah pembangunan Indonesia," katanya saat Webinar Pataka, Kamis (1/7/2021).

Terlebih Faisal Basri mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat rentan untuk makanan. Untuk itu, penerapan PPN sembako jelas akan berpengaruh besar bagi masyarakat rentan.

Adapun beberapa jenis makanan yang menjadi konsumsi utama masyarakat rentan, yakni makanan olahan, tembakau dan sirih, padi-padian, ikan, sayur-sayuran, telur dan susu, buah-buahan, dan daging.

Sedangkan konsumsi untuk penduduk miskin adalah beras, rokok, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, mie instan, kue basah, kopi bubuk, cabai rawit, gula pasir, roti, dan bawang merah.

"Sedangkan masyarakat miskin 50% untuk makanan. Pemerintah tentu harus hati-hati jangan sampai gara-gara PPN, orang miskin naik, dominasi tercermin itu 3/4 untuk pangan," katanya.

Menurutnya, jika pemerintah mencari sumber pendapatan dari pajak maka ia menyarankan pemerintah menaikan cukai hasil tembakau (CHT) untuk konsumsi rokok. 

" Rokok ini harus dihukum terus ya jangan sampai rokok membelenggu orang miskin," imbuhnya.