Ekonomi

Faisal Basri: BRI Lebih Baik Akuisisi Bank Komersial Ketimbang Holding Ultra Mikro

Ekonom senior Faisal Basri menyarankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membeli bank-bank komersial untuk memperbesar skala perusahaan.


Faisal Basri: BRI Lebih Baik Akuisisi Bank Komersial Ketimbang Holding Ultra Mikro
Faisal Basri, di hotel JS Luwansa, Kamis (10/10) (AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika )

AKURAT.CO, Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri menyarankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membeli bank-bank komersial untuk memperbesar skala perusahaan ketimbang melakukan holding dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Holding ultra mikro dianggap kecil kemungkinan untuk bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan.

“BRI itu untuk menjadi ujung tombak financial inclusion lebih baik mengambil alih bank-bank komersial, seperti Bank Muamalat, Bank Bukopin, dan bank-bank lainnya supaya konsolidasi perbankan terjadi,” kata Faisal dilansir dari Antara, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Menurut Faisal, Kementerian BUMN harus memiliki kajian yang jelas ihwal rencana holding ultra mikro. Sebab, rencana rencana tersebut justru disinyalir bakal membawa dampak luas bagi masyarakat, khususnya Pegadaian.

Selain itu, holding ultra mikro memiliki risiko karena dilakukan terhadap tiga entitas yang memiliki karakteristik sangat berbeda. BRI, misalnya, memiliki tugas melayani segmen UMKM yang sudah terbuka terhadap akses bank dan segmen korporasi.

Sementara itu, PNM melayani perusahaan yang relatif baru dan belum memiliki akses terhadap perbankan sehingga memerlukan jasa modal ventura. Sedangkan Pegadaian sebagai perusahaan pelat merah memiliki tugas membantu masyarakat yang mengalami kesulitan likuiditas untuk memberikan solusi jangka pendek.

Keinginan Kementerian BUMN untuk melakukan holding justru bertentangan dengan ide untuk memajukan usaha kecil dan menengah secara total. “Karena seolah-olah persoalan UMKM hanya keuangan, khususnya akses terhadap kredit,” ujar Faisal.

Faisal mempertanyakan efektivitas holding ultramikro di tengah aksi perbankan mengurangi kantor-kantor cabangnya.

Ia juga mengkhawatirkan aksi korporasi ini akan membuat Pegadaian akan sulit menyentuh masyarakat kecil sebagai nasabahnya setelah holding terbentuk.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan dilihat berdasarkan latar belakang rencana pembentukan holding ultra mikro adalah karena keinginan Pemerintah melalui Kementerian BUMN agar UMKM bisa naik kelas.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co