Ekonomi

Faisal Basri : 9 Juta Peserta JKN Dihapus demi Danai Kereta Cepat, Gila!

Faisal Basri menyoroti isu soal kebijakan pemerintah yang ingin menggunakan SILPA untuk membantu pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.


Faisal Basri : 9 Juta Peserta JKN Dihapus demi Danai Kereta Cepat, Gila!
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Ekonom Faisal Basri menyoroti isu soal kebijakan pemerintah yang ingin menggunakan dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) untuk membantu pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Kereta Cepat kabarnya mau pakai SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Gila Enggak SILPA mau dipakai kereta cepat tapi sembilan juta rakyat yang dapat JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dihapus Bu Risma (Menteri Sosial Tri Rismaharini)," ujarnya dalam webinar, Senin (18/10/2021).

Faisal meminta agar rencana tersebut dihentikan. Sebab, proyek yang semula murni pembiayaan badan usaha itu kini bisa didanai dari APBN.

"Hentikan kereta cepat, kita tidak mati ya karena itu," kata dia dalam webinar, Senin (18/10/2021).

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menghapus lebih dari 9 juta orang miskin dari daftar penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Tahun 2021.

Risma menjelaskan 9 juta data yang dihapus ini terdiri dari data 434.835 orang meninggal, lalu data ganda sebanyak 2.584.495, dan data mutasi sebanyak 833.624. Selanjutnya, ditemukan data non DTKS yang tidak padan Dukcapil sebanyak 5.882. 243.

Lebih lanjut, Faisal juga menyinggung proyek Food Estate di Kalimantan Tengah. Menurutnya hal semacam itu semestinya tidak perlu dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan APBN.

"Nggak perlu uang dari pemerintah asal pemerintahnya sediakan lahan jalan itu, cuma nanam singkong. Negara hari begini bikin food estate menghasilkan singkong, kemahalan APBN-nya. Rakyat bisa bikin tidak pakai food estate," tambahnya.[]