News

Fahri Sarankan Ibu Kota Negara Pindah ke Pulau Reklamasi


Fahri Sarankan Ibu Kota Negara Pindah ke Pulau Reklamasi
Pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah saat menerima alumni UI yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Uiniversitas Indonesia (IKB-UI) di ruang Pimpinan, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Kedatangan para alumni UI ini untuk meminta DPR agar merekomendasikan kepada bawaslu dan penegak hukum terpadu (Gakkumdu) untuk melakukan investigasi serius atas meninggalnya 600 orang dalam penyelenggaraan pemilu 2019. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyikapi rencana pemerintah yang akan memindahkan ibu kota ke pulau Kalimantan.

Fahri menyarankan ibu kota negara lebih baik pindah ke pulau reklamasi di Teluk Jakarta dibandingkn memilih Pulau Kalimantan untuk dijadikan Ibu Kota Negara.

Sebab menurut Fahri Presiden ke-1 Indonesia mencinta-citakan pulau reklamasi untuk dijadikan Ibu Kota Negara pada tahun 1960.

"Saya sudah hitung luas pulau reklamasi itu dengan Wasinton DC itu persis sama. Itu mimpinya Bung Karno tahun 1960, lahirlah UU DKI. Jadi ngapain ke Kalimantan, situ saja ada pulau reklamasi bagus, pakai saja itu," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (31/7/2019).

Terkait itu juga, Fahri mempertanyakan alasan dibalik pemerintah menjatuhkan pilihannya di Pulau Kalimantan untuk membangun ibu Kota Negara Indonesia.

"Daripada (ibu kota pindah) di tengah Kalimantan, ada apa di tengah Kalimantan? Susah orang," tanyanya.

Fahri menilai pemerintah lebih cocok memindahkan ibu kota ke pulau reklamasi, agar lebih mencirikan Indonesia sebagai negara maritim.

Selain itu, kata dia, biaya yang dibutuhkan juga lebih kecil ketimbang memindah ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

"Ini saya belum ngomong biaya gitu loh, pertanyaannya duit dari mana?" Ujar Fahri.[]