News

Fahri Hamzah Usul Cabut UU ITE dan Bahas Pengesahan RUU KUHP

Fahri Hamzah menyarankan agar DPR RI dan Pemerintah segera mencabut UU ITE dan mengesahkan RUU KUHP.


Fahri Hamzah Usul Cabut UU ITE dan Bahas Pengesahan RUU KUHP
Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menerima karikatur yang diberikan oleh Pimpinan Redaksi Rizal Maulana Malik saat berkunjung di kantor Akurat.co, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Kunjungan tersebut sebagai silahturahmi sekaligus mempromosikan produknya 'Kopi Revolusi'. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyarankan agar DPR RI dan Pemerintah segera mencabut UU ITE dan mengesahkan RUU KUHP.

"Alhamdulillah, usul saya, cabut saja UU ITE dan segera bahas pengesahan RUU KUHP baru yang sebenarnya pada @DPR_RI periode lalu sudah selesai pembicaraan tingkat pertama. Ganti KUHP produk Belanda dengan UU yang merupakan kodifikasi hukum pidana karya sendiri," kata Fahri menggunakan akun @Fahrihamzah dikutip AKURAT.CO pada Selasa (16/2/2021).

Kicauan berbeda, pemerhati politik Rustam Ibrahim mengaku tidak setuju adanya revisi UU ITE.

"Selama cacimaki, hinaan, pencemaran nama baik, hoax, rasisme berdasar SARA dan ujaran kebencian masih memenuhi medsos, saya termasuk orang yang tidak setuju UU-ITE direvisi," kata @RustamIbrahim di Twitter.

"Tapi saya sangat setuju jika Polri sangat selektif dalam penerapan UU-ITE," sambungnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebut bahwa akan ada diskusi untuk merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pemerintah akan mendiskusikan inisiatif untuk merevisi UU ITE," kata Mahfud MD lewat akun Twitter @mohmahfudmd dikutip AKURAT.CO pada Selasa (16/2/2021).

Mahfud bercerita bahwa di tahun 2007 banyak pihak yang semangat mengusulkan UU ITE. Namun kini, UU tersebut seperti meresahkan.

"Dulu pada 2007/2008 banyak yang usul dengan penuh semangat agar dibuat UU ITE. Jika sekarang UU tersebut dianggap tidak baik dan memuat pasal-pasal karet mari kita buat resultante baru dengan merevisi UU tersebut," ujar Mahfud.