News

Fahira: Serangan Hinaan dan Fitnah ke Anies Terpola dan Sistematis

Fahira Idris mengungkapkan, serangan bernuansa kebencian, hinaan, fitnah dan SARA itu terpola dan dilakukan secara sistematis.


Fahira: Serangan Hinaan dan Fitnah ke Anies Terpola dan Sistematis
Anggota DPD Fahira Idris saat menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Nusantara IV, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Serangan politik baik verbal, potongan video maupun gambar bernarasi kebencian dan fitnah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan kian kencang. Terutama setelah Jakarta International Stadium (JIS) rampung dibangun, jelang penyelenggaraan balapan Formula E dan meningkatnya dukungan publik terhadap Anies Baswedan. 

Anggota DPD RI Dapil Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, serangan bernuansa kebencian, hinaan, fitnah dan SARA itu terpola dan dilakukan secara sistematis.

Menurutnya, aktor-aktor penyebar serangan itu berupaya memenuhi ruang publik dengan informasi sesat soal sosok Anies Baswedan. Terutama di momen saat prestasi dan kinerja Gubernur DKI Jakarta ini diapresiasi publik luas.

baca juga:

"Dalam berbagai kesempatan saya sudah sampaikan, serangan-serangan seperti ini akan terus ada dan akan semakin menguat menjelang (Pilpres) 2024," kata Fahira dalam keterangannya diterima AKURAT.CO, Jumat (13/5/2022).

Menurut Fahira, para pemegang otoritas di negeri ini perlu mencermati situasi dan kondisi ruang publik menjelang gelaran Pemilu 2024. Jika tidak ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang gemar dan leluasa menyebar fitnah bernuansa SARA kepada tokoh-tokoh yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi Pilpres 2024, maka tujuan Pemilu 2024 sebagai proses pendewasaan demokrasi di Indonesia tidak akan pernah terwujud.

"Oleh karena itu, sedini mungkin harus ada statement, kebijakan dan tindakan yang tegas dari pemilik otoritas terhadap pihak-pihak yang gemar mengeruhkan ruang publik dengan menyebar fitnah dan memanfaatkan event demokrasi untuk memecah belah dan mengadu domba sesama anak bangsa," katanya.

Dia juga meminta dukungan publik untuk mengimbangi informasi sesat dan fitnah terhadap Anies Baswedan itu dengan menyebarkan informasi mengenai kinerja dan prestasi Anies. Tentu, kata dia, semuanya harus berdasarkan fakta dan data yang benar dan akurat. 

"Publik sudah cerdas, paham bahwa berbagai serangan ini adalah kabar bohong bernuansa kebencian yang sengaja disebar pihak-pihak tertentu. Jadi semua fitnah ini bisa ditenggelamkan dengan menyebar kabar mengenai geliat kemajuan yang dirasakan warga Jakarta saat ini,” ujar Fahira

Menurut Fahira, upaya melawan fitnah terhadap Anies harus dilakukan. Namun jika fitnah yang disebar semakin menjadi-jadi, perlu dipikirkan  menempuh koridor hukum.

"Langkah ini perlu ditempuh sebagai peringatan tegas dan efek jera," pungkasnya. []