News

Fahira Idris Puji Keputusan Integrasi Tarif Ala Anies

Fahira Idris Puji Keputusan Integrasi Tarif Ala Anies
Bus trasjakarta di hale pemuda Velodrome, Jakarta, Jumat (26/7/2019). Akses penghubung tersebut resmi beroperasi antara moda transportasi Light Rail Transit (LRT) dengan Transjakarta rute Kelapa Gading-Dukuh Atas. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris memuji keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal paket tarif integrasi angkutan umum massal di Jakarta sebesar Rp10 ribu. Keputusan Anies itu dianggap semakin mengukuhkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia. 

Fahira mengungkapkan, salah satu persoalan pelik yang mencekik kemajuan Kota Jakarta selama puluhan tahun adalah soal sistem transportasi publik yang belum terintegrasi, terpadu, aman, nyaman, dan efisien (terjangkau), kini mulai terurai dengan pasti. 

"Selama lima tahun terakhir, telah terjadi transformasi besar-besaran dalam sistem transportasi publik di Jakarta yang membuatnya sejajar dengan transportasi publik kota-kota maju di dunia. Kebijakan ini semakin menguatkan predikat Jakarta sebagai salah satu kota dengan sistem transportasi publik terbaik dan melengkapi syarat-syarat sebuah transportasi publik modern," katanya dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022). 

baca juga:

Dia mengungkapkan, keberhasilan Jakarta mengembangkan jaringan prasarana transportasi perkotaan berbasis jalan dan rel menjadi terintegrasi cukup efektif mendorong warga menggunakan transportasi publik. Transformasi lainnya yang juga sangat penting terjadi di Jakarta adalah pengembangan transportasi perkotaan ramah lingkungan yang sudah menjadi standar transportasi publik modern.

"Tantangan ke depan adalah bagaimana transformasi sistem transportasi publik yang sudah berhasil di Jakarta juga mulai dilakukan kota-kota penyangganya atau Bodetabek. Ini penting karena Jabodetabek adalah satu kesatuan terutama dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak justru mengkritik keputusan Anies Baswedan menetapkan paket tarif integrasi antara Bus Transjakarta, MRT dan LRT. Dia menyoal keputusan Anies itu lantaran tidak ada proyeksi besaran subsidi transportasi yang akan dikucurkan dari APBD DKI. 

Bahkan, politisi PDIP itu menyebutkan, tidak adanya besaran subsidi transportasi itu potensial menyebabkan pembengkakan subsidi dari Rp 3 triliun per tahun saat ini menjadi 15 kali lipat.[]