News

Fahira Idris: Memang Sudah Saatnya UU ITE Dievaluasi

Fahira Idris menilai bahwa UU ITE ini perlu dievaluasi. Terlebih soal pasal-pasal yang dianggapnya multitafsir.


Fahira Idris: Memang Sudah Saatnya UU ITE Dievaluasi
Anggota DPD RI, Fahira Idris saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11/2019). (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Masih hangat pembahasan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) membuat anggota DPD RI Jakarta Fahira Idris turut memberikan pandangannya.

Fahira Idris menilai bahwa UU ITE ini perlu dievaluasi. Terlebih soal pasal-pasal yang dianggapnya multitafsir.

"Memang sudah saatnya UU ITE dievaluasi baik pasal-pasal yang berpotensi multitafsir maupun implementasinya di lapangan," kata @fahiraidris yang dikutip AKURAT.CO pada Minggu (21/2/2021).

baca juga:

Menurutnya, kehadiran UU ITE yang tujuan awalnya menjaga ruang digital Indonesia agar bersih, sehat, beretika, dan produktif dalam perjalanan belum sepenuhnya sesuai tujuan tersebut.

"Niat baik Presiden merevisi UU ITE adalah keputusan yang sangat tepat dan harus kita dukung dan kawal bersama. Semoga baik Pemerintah maupun DPR segera bisa merealisasikan revisi UU ITE ini," ujar dia.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut sejak 2014 UU ITE telah banyak memakan korban.

Menurut Andi Arief, orang-orang kritis ditangkapi dan dijerat dengan UU ITE. Bahkan penangkapannya dilakukan tengah malam.

"Coba dipelajari secara jernih sejak 2014 UU ITE ini memakan korban banyak sekali orang-orang kritis dengan melakukan penangkapan/penahanan tengah malam dan subuh buta karena polisi memiliki celah ancaman hukuman di atas 5 tahun. Berapa banyak lagi korban akan terjerat?" kata Andi Arief lewat akun Twitter @Andiarief_, Jumat (19/2/2021).

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu