News

Fahira Idris: Jika Pilkada Digelar Serentak 2024 Akan Membutuhkan Energi Besar

Fahira Idris: Jika Pilkada Digelar Serentak 2024 Akan Membutuhkan Energi Besar
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta terpilih periode 2019 - 2024 Fahira Idris (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wacana Pemerintah maupun DPR yang menginginkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tetap digelar pada 2024, dinilai akan membutuhkan energi yang sangat besar. Hal ini disampaikan anggota DPD RI Jakarta Fahira Idris.

Sebab, ia merasa, wacana normalisasi pilkada pada 2022 dan 2023 atau sesuai jadwal lima tahunan yang sempat menguat seiring rencana revisi Undang-Undang (UU) Pemilu tampaknya tidak akan terealisasi.

"Keputusan menggelar pemilu nasional dan pilkada serentak di tahun yang sama tentunya membutuhkan energi yang sangat besar agar bisa berjalan lancar, aman, demokratis dan efektif baik dari sisi kesiapan penyelenggara maupun partisipasi masyarakat," kata @fahiraidris yang dikutip AKURAT.CO pada Minggu (21/2/2021).

baca juga:

Menurutnya, Pemerintah, DPR, dan juga penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu, DKPP harus mulai memetakan berbagai beban, tantangan, dan hambatan yang akan dihadapi gelaran Pemilu dan Pilkada 2024 dan mulai memformulasikan solusinya.

"Selain soal beban anggaran (pemilu menggunakan APBN, pilkada mnggunakan APBD/Naskah Perjanjian Hibah Daerah) yang pasti akan mngalami kenaikan, stabilitas keamanan dan potensi bencana alam, kesiapan petugas untuk maraton panjang menyelenggarakan tahapan pemilu dan pilkada juga harus jadi perhatian," katanya.

Sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut polemik penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih belum menemui titik temu.

Kata dia, PKS dengan tegas ingin Pilkada dilakukan pada 2022 dan 2023, bukan serentak dengan Pemilihan Presiden di 2024. Sebab, Mardani melihat dari tiga sisi.

"Dari sisi penyelenggaraan, pelaksanaan Pilkada serentak akan lebih ringan dan fokus karena beban penyelenggaraan tidak bersamaan dengan Pemilu Serentak 2024. Kualitas penyelenggaraan maupun iklim demokrasi pun tetap terjaga," kata Mardani di akun Twitter @MardaniAliSera yang dikutip AKURAT.CO pada Selasa (9/2/2021).

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu