News

Fahira Idris Dukung Anies Persempit Ruang Peredaran Rokok

Fahira Idris mendukung penuh langkah Gubernur DKI menguatkan penegakkan aturan kawasan dilarang merokok dan mempersempit ruang promosi atau iklan rokok.


Fahira Idris Dukung Anies Persempit Ruang Peredaran Rokok
Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Fahira Idris (Screenshot/Instagram/Fahiraidris)

AKURAT.CO Anggota DPD RI Fahira Idris mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menguatkan penegakkan aturan kawasan dilarang merokok dan mempersempit ruang untuk promosi atau iklan rokok.

Langkah Anies lewat Seruan Gubernur Nomor 8 Tahun 2021 itu diharapkan efektif memperkuat implementasi dan penegakkan aturan berbagai aturan terkait rokok, baik yang ada di peraturan daerah (Perda) maupun peraturan pemerintah (PP) termasuk penegakkan aturan soal batasan usia menjual, membeli, atau mengonsumsi rokok atau produk tembakau.

"Saya dukung penuh Seruan Gubernur ini. Mempersempit ruang untuk iklan, promosi, dan sponsor rokok dilakukan demi menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya paparan asap rokok. Penguatan penegakkan aturan terutama di kawasan dilarang merokok dilakukan untuk melindungi hak warga lain yang tidak merokok dari paparan asap rokok,” ujar Fahira dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (6/10/2021). 

Dia mengungkapkan, hal yang tak kalah penting adalah penegakkan aturan soal batasan usia menjual, membeli, atau mengonsumsi rokok. Anak-anak usia kurang dari 18 tahun, harusnya memang tidak dibolehkan lagi menjual, membeli, apalagi mengonsumsi atau mengisap rokok. 

Artinya, kata dia, siapa saja orang dewasa tidak boleh melibatkan anak-anak dalam aktivitas menjual, membeli, apalagi mengonsumsi rokok. 

"Siapa saja yang menjual rokok harus memastikan pembelinya sudah diatas 18 tahun atau sudah mempunyai KTP. Ini aturan yang harus sudah mulai kita tegakkan,” ujar Fahira. 

Fahira mengungkapkan, hampir semua daerah di Indonesia, kebiasaan meminta dan menunjukkan KTP saat membeli produk rokok baik di supermarket, minimarket, maupun warung nyaris tidak dipraktikkan. 

Padahal Pasal 46, PP Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan secara tegas menyatakan setiap orang dilarang menyuruh anak di bawah usia 18 tahun untuk menjual, membeli, atau mengonsumsi Produk Tembakau.

Disisi lain, semakin meningkatnya prevalensi merokok pada anak-anak, tidak lepas dari gencarnya iklan, promosi, dan sponsor rokok. Semuanya ini, menimbulkan keinginan anak-anak untuk mulai merokok, mendorong anak-anak perokok untuk terus merokok dan mendorong anak-anak yang telah berhenti merokok untuk kembali merokok. 

"Oleh karena itu, langkah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta sudah sangat tepat," katanya. []