News

Fadli Zon Tak ingin Kekerasan Oknum Anggota TNI AU di Merauke Jadi Bola Salju Internasional

"Saran saya 2 oknum anggota PM itu dipecat dan dihukum," katanya.


Fadli Zon Tak ingin Kekerasan Oknum Anggota TNI AU di Merauke Jadi Bola Salju Internasional
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (Twitter/@fadlizon)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon meenyebut tindakan kekerasan yang dilakukan dua oknum anggota TNI AU hingga viral di media sosial sebagai perbuatan rasis.

"Sungguh keterlaluan dan rasis. Tidak belajar dari kasus George Floyd," kata Fadli sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @fadlizon pada Rabu (28/7/2021).

George Floyd sendiri merupakan pria berkulit hitam yang mengalami kekerasan oleh aparat di Amerika Serikat dan berujung tewas. Ia kehabisan napas usai lehernya diinjak menggunakan dengkul oleh aparat.

Fadli Zon lantas mendesak agar kedua oknum anggota TNI AU itu dipecat dan diproses hukum. Sebab ia tak ingin, kejadian ini menjadi besar dan tersorot media asing.

"Saran saya 2 oknum anggota PM itu dipecat dan dihukum. Jangan sampai masalah ini menggelinding cepat jadi bola salju nasional internasional. Rasis dan tak berperikemanusiaan terhadao orang Papua dan disabilitas. Ini sangat sensitif," ujarnya.

Sementara itu, TNI AU meminta maaf dan akan menindak tegas dua oknum anggota Pomau Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke yang melakukan kekerasan kepada seorang pria di Merauke, Papua.

Permintaan maaf dan pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah pada kemarin.

"Menyikapi insiden salah paham antara oknum dua anggota Pomau Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan di Merauke pada Selasa (27/7/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf," kata Indan.

Insiden tersebut kemudian, kata dia, melibatkan dua anggota Pomau yang bermaksud melerai. Kedua oknum tersebut kini dalam penanganan petugas Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke.

"Kedua oknum anggota Pomau Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke. Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke. TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya," tambahnya.[]