News

Fadli Zon Sebut Rizieq Divonis Pakai Undang-Undang Warisan Belanda

Fadli Zon mengkritik vonis 4 tahun yang di terima pentolan mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab


Fadli Zon Sebut Rizieq Divonis Pakai Undang-Undang Warisan Belanda
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik vonis 4 tahun yang diberikan pada mantan pentolan FPI Rizieq Shihab dalam kasus hasil tes swab di Rumah Sakit Ummi Bogor.

Fadli Zon menilai, Rizieq banyak menerima ketidakadilan selama dirinya menjalankan sidang. Terlebih, vonis empat tahun penjara terhadapnya. 

"Banyak kebijakan dan keputusan yang tak adil pada HRS," kata Fadli Zon sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @fadlizon pada Jumat (25/6/2021).

Ia bahkan menyebut undang-undang yang dibuat untuk menjerat Rizieq Shihab adalah hukum warisan pemerintah kolonial Belanda.

"Termasuk divonis dengan UU produk 1946, warisan Belanda. Konteksnya pun sudah jauh berubah,” ujarnya.

"Semoga HRS diberi kemudahan memperjuangkan kebenaran dan keadilan," imbuhnya.

Ketidakadilan dalam vonis Rizieq juga disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW).

"Wajar saja HRS menolak dan menyatakan banding atas vonis Hakim, karena khalayak awam hukum pun mudah menilai adanya ketidakadilan dalam vonis itu, dan ketidaksesuaian dengan fakta lapangan tentang kebohongan dan tidakterjadinya keonaran. Penting Hakim berikutnya betul-betul hadirkan keadilan," tulis @hnurwahid.

Sebagaimana diketahui, Kasus hasil swab tes Rumah Sakit Ummi Bogor mendekati babak akhir. Rizieq Shihab pun dijatuhkan hukuman empat tahun penjara dalam sidang pembacaan vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Jaksa Agung mengatakan Rizieq terbukti memberi kabar bohong atas hasil tes swab dalam kasus RS Ummi hingga menimbulkan keonaran. Dia  dijerat Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rizieq Shihab pun mengajukan banding, dia keberatan atas putusan majelis hakim yang memvonisnya empat tahun penjara atas kasus swab tes Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat.

"Saya menolak putusan majelis hakim dan saya menyatakan banding," kata Rizieq Shihab.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co