News

Fadli Zon Pesimis Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bisa Laksanakan Agenda Reformasi Birokrasi


Fadli Zon Pesimis Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bisa Laksanakan Agenda Reformasi Birokrasi
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon usai menerima kunjungan dari Duta Besar Irak untuk Indonesia, Abdullah Hasan Saleh, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019). (AKURAT.CO/ Khalishah Salsabilla)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon pesimis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait agenda reformasi birokrasi yang menjadi salah satu janji politik Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. 

Hal itu lantaran Presiden Jokowi mengangkat 12 orang Wakil Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju dan 14 orang staf khusus Presiden. Menurut dia, porsi Wakil Menteri dan Staf Presiden tersebut terlalu gemuk dan tidak sejalan dengan agenda reformasi birokrasi.  

"Bagaimana kita bisa mempercayai pemerintahan ini berkomitmen melakukan reformasi birokrasi, jika agenda pertama yg mereka kerjakan justru menggelembungkan birokrasi di lingkungannya sendiri?," kata Fadli melalui akun twitter pribadinya, Rabu (25/11/2019).

Menurut Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR itu, gemuknya personalia di lingkungan kepresidenan, kontradiktif dengan pernyataan-pernyataan pemerintah sendiri, terkait dengan reformasi birokrasi. 

"Menteri Keuangan, misalnya, dalam berbagai kesempatan terus menyoroti inefisiensi belanja daerah. Menurut dia sekitar 36 persen APBD habis dipakai untuk gaji pegawai dan belanja operasional daerah. Kritik itu saya kira kini harus diarahkan ke Istana," tutur Fadli. 

Sementara itu, lanjut Fadli, pengangkatan staf khusus hingga jumlahnya belasan, sama sekali tidak menggambarkan adanya komitmen efisiensi dari Presiden sendiri. "Apalagi publik tidak melihat urgensi pengangkatan staf sebanyak itu," katanya.