Tech

Facebook Lagi-lagi Ceroboh! 500 Juta Lebih Data Pengguna Bocor di Internet

Lebih dari 533.000.000 informsi pengguna Facebook terbuka ke dunia


Facebook Lagi-lagi Ceroboh! 500 Juta Lebih Data Pengguna Bocor di Internet
Ilustrasi Facebook (REUTERS)

AKURAT.CO, Facebook sebelumnya sudah berulang kali dituduh tidak hanya melakukan praktik bisnis anti persaingan, tetapi juga strategi yang melanggar privasi pengguna agar mendapatkan keuntungan pribadi. Kini, drama terbaru terkait keamanan data pribadi yang melibatkan raksasa jejaring sosial itu kembali terjadi.

Melansir Slash Gear, Senin (5/4) ratusan juta informasi pribadi pengguna dilaporkan bocor secara gratis melalui internet. Kebocoran ini diduga disebabkan oleh kelalaian Facebook. Alhasil, para pengguna harus mengalami kerentanan terkena phising.

Akibatnya, lebih dari 533.000.000 informsi pengguna Facebook terbuka ke dunia. Meskipun untungnya tidak menyertakan kata sandi yang akan membuatnya lebih mudah untuk diretas ke akun secara langsung, informsi tersebut menyertakan ID Facebook, nomor telepon, nama lengkap, tanggal lahir, dan beberapa alamat email.

Secara keseluruhan, informasi ini dapat digunakan untuk skema phishing atau penipuan untuk mendapatkan kredensial orang atau bahkan informasi kartu kredit.

Business Insider mengatakan bahwa perwakilan Facebook menunjuk ke kerentanan lama sebagai sumber kebocoran data besar-besaran ini. Pada tahun 2019, kerentanan itu memungkinkan peretas untuk menghapus nomor telepon dari server Facebook tanpa banyak usaha. Facebook sendiri mengklaim hal itu dapat menambal kerentanan tetapi sepertinya sudah terlambat.

Awal tahun ini, ada laporan tentang peretas yang menjual bot yang akan memberikan nomor telepon pengguna Facebook dengan harga tertentu. Hampir tiga bulan kemudian, seluruh kumpulan data telah tersedia untuk forum peretasan secara gratis.

Facebook sebenarnya telah mencoba mengatasi masalah ini sejak kasus Cambridge Analytica yang menghebohkan pada tahun 2016 lalu. Namun sayangnya, hingga saat ini msalah klasik Facebook tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.

Sayangnya, tidak seperti insiden peretasan kata sandi, karena dalam kasus terbaru ini hanya sedikit yang bisa dilakukan Facebook sekarang. Pasalnya, data pengguna sudah tersedia di luar sana.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu