Tech

FaceBit, Masker Canggih yang Bisa Deteksi Kesehatan Penggunanya

Masker ini bisa mendeteksi detak jantung hingga memberitahu kondisi stres.


FaceBit, Masker Canggih yang Bisa Deteksi Kesehatan Penggunanya
FaceBit, masker N95 yang dapat memantau kesehatan pemakainya. (Northwestern University)

AKURAT.CO Tim peneliti dari Northwestern University yang dipimpin oleh Josiah Hester berhasil mengembangkan masker bernama FaceBit atau Fitbit for the face.

FaceBit merupakan masker jenis N95 yang disematkan sensor magnetis untuk mendeteksi detak jantung pengguna. 

Cara kerja sensor tersebut mengukur detak jantung dari gerakan halus di kepala yang terjadi akibat proses pemompaan darah.

baca juga:

Selain itu, FaceBit juga bisa mendeteksi tingkat stress pengguna.

Sensor ini akan mengamati perilaku pernafasan dan detak jantung.

Kemudian, akan memberikan informasi ke pengguna bahwa mereka sedang stres. 

"Kami ingin merancang masker wajah cerdas untuk perawatan kesehatan yang tidak perlu dicolokkan selama jam kerja. Kami menambahkan energi baterai dari berbagai sumber, sehingga penggunaannya dapat memakai masker selama satu atau dua minggu tanpa harus mengisi daya atau mengganti baterai," ujar Josiah Hester dilansir dari laman northwestern.edu.

FaceBit dirancang agar bisa mengambil energi dari berbagai sumber.

Termasuk dari gerakan dan panas dari napas pengguna serta dari matahari.

Hal ini yang dapat memperpanjang masa pakai baterai sensor.

Para peneliti juga menemukan bahwa akurasi FaceBit mirip dengan perangkat tingkat klinis dan baterainya bertahan lebih dari 11 hari.

FaceBit juga memiliki sensor yang dapat mendeteksi kebocoran pada masker.

Dengan adanya sensor ini, penggunanya bisa mengganti atau memperbaiki pemasangan masker agar lebih rapat.

Semua informasi yang ada di FaceBit, akan ditransmisikan secara nirkabel ke aplikasi smartphone, yang berisi dasbor untuk pemantauan kesehatan secara real-time.

Aplikasi ini juga akan segera memberi tahu pengguna jika terjadi masalah, seperti peningkatan detak jantung atau kebocoran pada masker yang muncul secara tidak terduga.

Selain itu, data dari dasboard ini juga dapat digunakan untuk memprediksi kelelahan, status kesehatan fisik, dan keadaan emosional penggunanya.

FaceBit ini dapat membantu penggunanya lebih memahami tubuh mereka sendiri.

Para peneliti juga ingin FaceBit bisa digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Guna menjaga keselamatan tenaga medis saat bertugas, dan mencegah kelelahan menangani pasien.

"FaceBit menjadi masker wajah yang praktis, dan memberikan opsi yang berkelanjutan, nyaman, serta nyaman untuk pemantauan kesehatan umum bagi pekerja garis depan Covid-19," ujar Hester.

Proyek FaceBit: Smart Face Masks Platform sendiri didukung oleh National Science Foundation's Grants for Rapid Response Research untuk mengatasi pandemi Covid-19.

FaceBit juga bekerja sama dengan Nabil Alshurafa, assistant professor of preventative medicine Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg dan ilmu komputer di McCormick.