Olahraga

Fabregas: Rasis Harus Masuk Penjara


Fabregas: Rasis Harus Masuk Penjara
Cesc Fabregas telah menjalani debutnya berseragam AS Monaco saat bertandang ke markas Olympique Marseille di Stade Velodrme, Senin (14/1) dini hari wib dalam lanjutan Ligue 1 Prancis 2018-2019. (BBC)

AKURAT.CO, Gelandang AS Monako asal Katalunya, Cesc Fabregas, secara tegas menyetujui bahwa pelaku pelecehan rasial dalam pertandingan mesti dihukum. Mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea tersebut bahkan tak segan menyebut pelaku harus dikirim ke penjara.

“Sayangnya, itu (rasisme di sepakbola) telah terjadi bertahun-tahun dan ini waktunya untuk bersuara dan bertindak. Jika Anda harus menutup stadion dan menjatuhkan larangan (bertanding), kami harus (mengikutinya),” ucap Fabregas sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Mereka (rasis) harus masuk penjara – biarkan mereka ke penjara – tetapi apapun yang perlu dilakukan harus dilakukan sekaligus dan untuk semuanya.”

baca juga:

Sebagai warga Spanyol, Fabregas tahu betul bagaimana rasisme berlangsung dalam sepakbola. Saat membela Barcelona, ia bahkan berada di lapangan dalam insiden suporter Villareal melemparkan pisang kepada Dani Alves yang hendak mengambil sepakan bebas di Stadion El Madrigal di Villareal, Spanyol, 27 April 2014.

“Akan tetap selalu ada beberapa idiot yang ingin menjadi badut pesta tetapi jika mereka harus membayar harga yang mahal untuk itu, mereka harus (membayarnya), karena itu tidak seharusnya diizinkan lagi di olahraga dan dunia,” ucap Fabregas.

Pemain yang terlibat dalam gelar Piala Dunia Spanyol pada 2010 itu juga sepakat dengan kebijakan FIFA yang membebaskan pesepakbola melakukan aksi melawan rasisme di pertandingan. Menyusul kematian George Floyd di Amerika Serikat, perlawanan itu telah dilakukan sejumlah pesepakbola di Bundesliga Jerman.

Fabregas juga sepakat bahwa demonstrasi yang melanda di AS dan di banyak negara Eropa pasca kematian Floyd membuat pesepakbola kini lebih mudah untuk menyampaikan pandangannya menentang rasisme. Sekaligus, Fabregas mengatakan bahwa itu tak mudah dilakukan oleh pemain.

Ya, menurut saya begitu, karena ada beberapa pemain berani akhir-akhir ini yang berdiri untuk diri mereka. Mereka tidak peduli konsekuensi-konsekuensinya – mereka berani saja dan saya angkat topi untuk mereka karena itu tidak mudah,” kata Fabregas.[]