Olahraga

F1 Kecam Ucapan Rasis Legenda Brasil terhadap Hamilton

F1 menegaskan bahwa Lewis Hamilton adalah pelopor gerakan kesetaraan yang layak untuk dihormati.


F1 Kecam Ucapan Rasis Legenda Brasil terhadap Hamilton
Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton. (TWITTER/Mercedes)

AKURAT.CO, Formula One (F1) mengutuk ucapan bernada rasis terhadap Lewis Hamilton yang disampaikan oleh legenda balap Brasil, Nelson Piquet. F1 menegaskan bahwa Hamilton adalah pelopor gerakan kesetaraan yang layak untuk dihormati.

“Diskriminasi atau bahasa rasis dalam bentuk apapun tidak bisa diterima dan tidak mendapat tempat dalam masyarakat,” kata F1 dalam pernyataannya sebagaimana dipetik dari Crash.

“Lewis adalah seorang duta olahraga kita yang luar biasa dan layak mendapatkan rasa hormat. Usaha tanpa lelahnya untuk meningkatkan keberagaman dan keterbukaan adalah pelajaran untuk banyak orang dan sesuatu yang kita komitmenkan di F1.”

baca juga:

Piquet diketahui menggunakan sebutan berbau rasis dalam wawancara dengan media Brasil pada November lalu. Ketika itu, juara dunia F1 1981, 1983, dan 1987 tersebut menggunakan kata “neguinho” yang dianggap bernada rasis untuk mengomentari insiden tabrakan Hamilton dan Max Verstappen di Grand Prix Inggris 2021.

Neuginho menempatkan mobilnya di jalur yang salah di tikungan, itu karena dia tidak tahu dengan tikungan tersebut. Itu adalah tikungan yang sangat kencang, tak ada jalan untuk menyalip dua mobil dan tak ada cara Anda bisa menempatkan mobil di samping,” kata Piquet.

“Dia (menyenggol Verstappen) secara kotor. Dia beruntung karena hanya satu (pembalap-Verstappen) yang keluar (balapan).”

Senada dengan F1, tim yang menaungi Hamilton, Mercedes, membela pembalapnya sebagai pejuang kesetaraan. Mereka mengecam ucapan rasis yang diarahkan terhadap pembalap berkulithitam pertama yang menjadi juara dunia F1 tersebut.

“Lewis adalah ujung tombak usaha cabang olahraga kita untuk melawan rasisme, dan dia adalah juara sejati keberagaman baik di dalam dan di luar lapangan,” kata Mercedes.

“Bersama, kami menyebarkan visi untuk keberagaman dan keterbukaan di olahraga balapm dan insiden ini menggarisbawahi kepentingan mendasar untuk meneruskan usaha demi masa depan yang lebih baik.”

Hamilton sendiri telah membawa kampanye anti-rasisme di F1 sejak gelombang demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat pada 2020. Salah satunya adalah Hamilton mempelopori aksi berlutut sebelum balapan.[]