Ekonomi

EXIM AS dan Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Pendanaan US$750 Juta, Untuk Apa?

EXIM dan Indonesia sepakat untuk menjajaki dan mengenali berbagai peluang potensi pendanaan EXIM dengan jumlah total mencapai US$750 juta


EXIM AS dan Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Pendanaan US$750 Juta, Untuk Apa?
Suasana aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Perlambatan kredit berorientasi ekspor dan impor masih akan berlanjut pada tahun depan. Pasalnya, sejauh ini tantangan ekonomi global belum menunjukan tanda-tanda positif. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (EXIM) dan Pemerintah Indonesia meneken sebuah Nota Kesepahaman (MoU) guna meningkatkan investasi di Indonesia dan mempererat aliansi dan hubungan perdagangan yang kuat antara kedua negara.

Dalam perjanjian ini, EXIM dan Indonesia sepakat untuk menjajaki dan mengenali berbagai peluang potensi pendanaan EXIM dengan jumlah total mencapai US$750 juta. Adapun penandatanganan MoU secara resmi akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Diskusi saya dengan Menteri Panjaitan berjalan dengan sangat produktif dan saya sangat gembira mengumumkan MoU US$750 juta ini dengan beliau hari ini. Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara kedua negara, dan MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia," ujar Presiden dan Kepala Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (EXIM), Kimberly A. Reed saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan pada Minggu (25/10/2020).

Kimberly A. Reed menuturkan kerjasama tersebut meliputi dibidang proyek energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G).  Kemudian layanan kesehatan, penyiaran dengan dukungan barang dan jasa dari AS.

Kimberly A. Reed juga berharap kerja sama tersebut dapat mendorong kesempatan investasi dan peluang mengembangkan bisnis. Sehingga memberikan potensi keuntungan bagi para pekerja dan pelaku bisnis AS dan Indonesia.

Diwaktu yang sama, Menteri Koordinator Panjaitan menyambut baik atas partisipasi Investasi AS untuk berbagai proyek di Indonesia.

“Kami menyambut baik MoU yang diajukan dan berharap ada lebih banyak investasi dan partisipasi bisnis AS di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami," tambahnya.

Perjanjian ini disepakati sebagai bagian dari kunjungan delegasi AS ke Indonesia, Vietnam dan Myanmar, yang dipimpin oleh CEO International Development Finance Corporation AS, Adam Boehler, serta pejabat tinggi pemerintah AS, yaitu Kepala EXIM, Reed, dan pejabat dari Departemen Keuangan, Perdagangan, Energi, dan Luar Negeri AS.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu