Olahraga

Evaluasi Denmark Terbuka, Manajer: Pemain Muda Masih Kurang Pengalaman

Aryono juga menilai ada beberapa yang menunjukkan hasil positif.


Evaluasi Denmark Terbuka, Manajer: Pemain Muda Masih Kurang Pengalaman
Ekspresi kesakitan tunggal Indonesia, Jonatan Christie di turnamen Demark Open 2021. Jonatan mundur karena mengalami cedera di set kedua saat laga perempat final melawan tunggal putra Jepang, Kento Momota, Jumat (22/10/2021) Wib. (Instagram/bwf.official)

AKURAT.CO, Indonesia tanpa wakil di babak final Denmark Terbuka 2021. Mengevaluasi hasil tersebut, manajer tim Indonesia, Aryono Minarat menyebut kelelahan menjadi salah satu faktor wakil-wakil Indonesia tidak mampu tampil maksimal di ajang turnamen Super 750 tersebut.

“Para pemain yang usai tampil di ajang perebutan Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas - Uber di Denmark, banyak yang mengalami kelelahan, sehingga permainannya tidak bisa tampil maksimal di turnamen Denmark Terbuka ini,” kata Aryono kepada Tim Media dan Humas PBSI.

“Tenaga dan stamina tidak cukup untuk kembali tampil maksimal di Denmark Terbuka yang juga melibatkan pemain top dunia. Bahkan ada beberapa pemain mengalami cedera dan tidak mampu meneruskan pertandingan.”

Seperti diketahui, dua tunggal andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus mundur dalam kejuaraan yang berlangsung di Odense, Denmark tersebut.

Mereka mundur setelah mengalami cedera usai berjuang meraih Piala Thomas dengan mengalahkan China di babak final.

“Mereka mengalami cedera yang sebenarnya didapat saat tampil di Piala Thomas sebelumnya. Mereka ngotot dan tampil habis-habisan di Piala Thomas karena motivasi untuk juara begitu besar, mengalahkan rasa sakitnya,” Aryono menambahkan.

Selain itu, pria 57 tahun tersebut juga mengomentari penampilan para pemain muda. Aryono menilai ada beberapa yang menunjukkan hasil positif, namun juga tidak sedikit yang masih butuh jam terbang.

“Beberapa ada yang menunjukkan permainan yang baik. Hanya saja, faktor pengalaman bertanding yang masih kurang, mereka pada poin-poin akhir sering terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri,”

“Mereka kurang tenang. Ini memang berhubungan erat dengan jam terbang pengalaman. Walaupun kalah, hal tersebut tetap ada sisi positifnya bagi mereka untuk bisa menambah jam terbang dan pengalaman karena kalahnya oleh pemain-pemain top level dunia.”

“Selain itu, ada juga pemain yang dari segi permainannya di tengah lapangan, kurang berkembang. Mereka pun harus mengakui keunggulan lawan. Khusus pemain-pemain yang kurang bermain optimal ini, masing- masing pelatih yang akan mengevaluasi setiap sektornya.”[]