News

Ethiopia Hadapi Kelaparan Massal, 100 Ribu Anak Alami Malnutrisi

Ethiopia hadapi kelaparan masal.


Ethiopia Hadapi Kelaparan Massal, 100 Ribu Anak Alami Malnutrisi
Seratus ribu anak di Ethiopia alami malnutrisi (reuters.com)

AKURAT.CO, Pada Jumat (30/7), agensi PBB bidang pendidikan anak-anak menyatakan bahwa lebih dari 100 ribu anak-anak di Ethiopia bagian utara, Tigray, terancam mengalami malnutrisi dalam 12 bulan ke depan. Kasus ini meningkat 10 kali lipat dari angka normal. 

Juru bicara UNICEF Marixie Mercado menyatakan bahwa satu di antara dua wanita hamil dan menyusui di Tigray ternyata mengalami malnutrisi. 

“Ketakutan terbesar kami terkait kesehatan dan kesejahteraan dari anak-anak saat ini sedang terkonfirmasi,” jelas Marixie dalam sebuah briefing di Jenewa. 

Dilansir dari Arab News, juru bicara dari perdana menteri dan sebuah satgas pemerintah yang kini masih berjuang melawan pemberontak sejak November lalu, tidak langsung merespons pernyataan dari UNICEF tersebut. 

Kisah Aammanuel Merhawi adalah salah satunya. Bocah yang baru berusia 20 bulan itu sangat menderita. Beratnya tiga kali lipat di bawah berat normal, matanya terlihat sayu, dan tulang rusuknya terlihat jelas ketika bernapas. Bahkan, ia memuntahkan makanan yang diberikan melalui selang. 

“Air susu saya kering,” jelas sang ibu, Brkti Gebrehiwot kepad Reuters di Rumah Sakit Umum Wukro di utara Tigray pada 11 Juli 2021 lalu. 

Agensi tersebut juga menyatakan bahwa pihaknya hampir kehabisan susu formula yang telah digunakan untuk merawat 4 ribu anak yang mengalami malnutrisi parah setiap bulannya. 

Menurut keterangan salah satu perawat rumah sakit, Tsehaynesh Gebrehiwot, setidaknya tiga anak meninggal dunia di Rumah Sakit Wukro sejak Februari 2021 lalu. Ketiganya lahir dengan berat badan di bawah berat normal. Mereka meninggal hanya beberapa hari setelah dilahirkan. 

Sedangkan di bagian lebih utara dari Tigray, tepatnya di Rumah Sakit Umum Adigrat, Reuters juga menemukan rekaman kesehatan yang juga melaporkan kasus malnutrisi anak-anak. 

Dokter di Wukro dan Adigrat juga melaporkan, antara empat hingga 10 anak-anak setiap bulannya telah terdeteksi malnutrisi sebelum konflik meletus pada November 2020 lalu. Sedangkan saat ini, jumlah tersebut telah berlipat ganda.

PBB juga menyatakan bahwa sekitar 400 ribu orang telah hidup dalam kondisi kelaparan di Tigray dan lebih dari 90 persen populasi berada dalam darurat pangan. 

Dalam pernyataannya hari Kamis (29/7) malam, pemerintah Ethiopia menyalahkan satgas wilayah Tigray karena telah memblokade bantuan dan menyatakan telah memiliki cadangan beras yang cukup. Sedangkan pihak satgas Tigray dilaporkan tidak memberikan informasi terkait lokasi penyimpangan cadangan makanan tersebut dan renacna distribusinya. 

Pihak TPLF tidak bersedia untuk memberikan komentar namun sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya terbuka dengan bantuan. Sedangkan PBB memelaporkan bahwa Tigray membutuhkan 100 truk makanan setiap harinya untuk menghindari kelaparan massal. Sementara itu, hanya satu dari 50 konvoi truk tersebut yang berhasil sampai pada bulan lalu. []