Tech

Etalase Digital Ini Jadi Sarana Pemasaran Produk UMKM Ber-SNI

Platform digital untuk memasarkan produk UMKM.


Etalase Digital Ini Jadi Sarana Pemasaran Produk UMKM Ber-SNI
Peluncuran Etalase Digital Produk UMKM ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). (bsn.go.id)

AKURAT.CO Etalase Digital Produk UMKM ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) akhir bulan lalu dihadirkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Adanya etalase digital terbaru untuk mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital. Selain itu, platform ini akan terkoneksi dengan program pemerintah seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bela Pengadaan. 

Kepala BSN Kukuh S. Achmad menjelaskan, peluncuran platform tersebut dilatarbelakangi oleh jumlah UMKM di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 65 juta. Menurutnya, kontribusi UMKM sangat penting dalam menyokong perekonomian Indonesia. UMKM memberikan kontribusi 60% dari total PDB Indonesia dan menyerap 97% atau sekitar 120 juta tenaga kerja.

"Meskipun demikian, UMKM Indonesia masih menghadapi permasalahan yang kompleks. Daya saing produk UMKM masih harus ditingkatkan. Banyak produk UMKM yang masih kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi harga maupun kualitas," kata Kukuh, dilansir dari laman resmi BSN. 

Kehadiran Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI merupakan salah satu upaya untuk mendukung UMKM di Indonesia. Platform digital ini dikembangkan sebagai etalase produk UMKM Indonesia yang telah memenuhi persyaratan SNI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Kukuh, dengan produk yang telah bersertifikat SNI, membuat UMKM menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya dan kepercayaan pelanggan meningkat. Dengan demikian dapat meningkatkan penjualan.

"Produk UMKM yang sudah mendapat sertifikasi SNI terbukti mampu meningkatkan keberterimaan di pasar nasional maupun global," ujarnya. 

Lebih lanjut, Kukuh mengungkapkan, platform digital ini merupakan untuk merespon era di mana gelombang Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Adanya peningkatan yang sangat cepat dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things, Human-Machine Interface, dan merebaknya fenomena sharing economy.

"Pemanfaatan teknologi informasi telah mendisrupsi berbagai kegiatan manusia, termasuk dalam transaksi perdagangan. Kegiatan perdagangan menjadi sangat terbuka lebar termasuk bagi UMKM. Para pelaku UMKM pun telah memanfaatkan platform sosial media dan marketplace untuk mempromosikan produk yang dihasilkan," ungkap Kukuh.

Sementara itu, saat ini diperkirakan baru ada 15,9 juta atau sekitar 24% dari 65 juta pelaku UMKM yang telah memanfaatkan integrasi menuju teknologi digital. Menurut Kukuh, hal tersebut harus ditingkatkan lagi. Dengan adanya Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI, para pelaku UMKM yang telah menghasilkan barang dan atau jasa yang sudah memenuhi SNI bisa mempromosikan produknya yang setiap waktu bisa diakses oleh calon pembeli dalam negeri maupun luar negeri.

"Upaya ini adalah bentuk dukungan untuk memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI pada 14 Mei 2020. Serta menjadi bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional dan global," ujar Kukuh.