News

Erupsi Gunung Semeru, AirNav Pastikan Navigasi Penerbangan Aman

AirNav menyebutkan sampai saat ini tidak ada dampak signifikan akibat erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan.


Erupsi Gunung Semeru, AirNav Pastikan Navigasi Penerbangan Aman
Gunung Semeru (BNPB)

AKURAT.CO, AirNav Indonesia memberikan sebuah peringatan kepada pilot yang melakukan penerbangan di sekitar Gunung Semeru. Hal ini menyusul letusan Gunung Semeru sekita pukul 15.00 WIB.

International NOTAM Office AirNav Indonesia telah merilis 3 buah Ash Notam (Notice to Airman) pada Sabtu (4/12/2021).

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi mengatakan Ash Notam tersebut berisi mengenai peringatan terhadap para pilot terkait erupsi Gunung Semeru dengan level aktivitas yang tinggi (ketinggian abu vulkanik hingga 40.000 kaki).

Ash Notam merupakan format tertentu yang menginformasikan perubahan aktivitas gunung berapi, erupsi dan awan abu vulkanik gunung berapi, yang dapat berpengaruh terhadap pengoperasian pesawat udara.

Rosedi menuturkan, tiga Ash Notam mencakup penerbangan yang menyatakan red alert dengan detail Abu Vulkanik ketinggian dari permukaan tanah Flight Level F500 yang bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 50 knot.

"Hasil pilot report terhadap pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh," ungkap dia dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Meski demikian, kata Rosedi, pihak AirNav menyebutkan sampai saat ini tidak ada dampak signifikan akibat aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia.

“Sampai berita ini disampaikan (4/12/2021) pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifkan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia, baik di Cabang Surabaya, Cabang Denpasar, Cabang Semarang, Cabang Yogyakarta maupun Cabang Solo,” katanya.

Hasil laporan pilot terhadap Pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh.