Ekonomi

Eropa Butuh Rp3248 T Bakal Lepas Ketergantungan Energi Rusia

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari, Uni Eropa berusaha mengurangi ketergantungan energi dari Rusia yang besar


Eropa Butuh Rp3248 T Bakal Lepas Ketergantungan Energi Rusia
Presiden Komisi Eropa Saat Ini, Ursula von der Leyen. (Reuters)

AKURAT.CO Uni Eropa setidaknya membutuhkan 210 miliar euro atau sekitar Rp 3.248,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.700) agar bisa melepas ketergantungan energinya dari Rusia. Dalam persentasi 'REPowerEU', Komisi Eropa mengatakan akan berusaha memangkas konsumsi gas sebesar 66% pada akhir tahun ini dan memutus ketergantungan sepenuhnya sebelum 2027.

Langkah itu ditempuh dengan cara menghemat energi, menemukan sumber alternatif dan mempercepat transisi ke energi terbarukan.

"Kami memastikan bahwa kami (bisa) menjadi independen dari bahan bakar fosil Rusia secepat mungkin," ujar Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/5/2022).

baca juga:

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari, Uni Eropa berusaha mengurangi ketergantungan energi dari Rusia yang besar. Itu dilakukan dengan melarang batu bara Rusia mulai Agustus dan bulan lalu telah memotong impor gas alam menjadi 26% dari 40% tahun lalu.

Langkah baru ini bertujuan mempercepat impor gas alam cair dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Kemudian, meningkatkan aliran gas pipa dari Eropa.

"Ketika Eropa bertindak bersama, ia memiliki lebih banyak pengaruh," kata von der Leyen.

Komisi Eropa juga telah menyiapkan platform yang memungkinkan negara-negara untuk bersama-sama membeli energi, dengan tujuan membantu menurunkan harga yang meroket.

Rencana tersebut juga menekankan strategi hemat energi sebagai cara tercepat dan termurah untuk mengatasi krisis yang mana nantinua akan mendorong warga dan bisnis untuk mengurangi penggunaan energi mereka seperti dengan mematikan lampu dan menggunakan lebih sedikit AC.

Mereka percaya langkah-langkah ini dapat mengurangi permintaan minyak dan gas sebesar 5% dalam jangka pendek.