Ekonomi

Erick Thohir: Transformasi Garuda Indonesia Harus Tetal Dikawal

Erick juga mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kemenkeu

Erick Thohir: Transformasi Garuda Indonesia Harus Tetal Dikawal
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) melakukan pemeriksaan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (30/7/2018). PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merampungkan sekuritisasi pendapatan penerbangan rute Timur Tengah senilai Rp 2 triliun. Sekuritisasi tersebut dikemas dalam kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) yang terdiri atas kelas A sebesar Rp 1,8 triliun dan kelas B Rp 200 miliar. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan keterangan soal restrukturisasi dan transformasi maskapai penerbangan milik negara, Garuda Indonesia.

Menurut Erick, Garuda Indonesia dalam dua bulan terakhir telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh Kementerian BUMN. Namun ia menekankan bahwa maskapai tersebut harus tetap dikawal.

"Sudah on the track, tapi tahapan-tahapan selanjutnya harus tetap dikawal agar Garuda bisa kembali terbang tinggi," kata Menteri BUMN Erick Thohir usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, mengutip dari keterangan resmi pada Kamis (11/8/2022).

baca juga:

Walaupun begitu, Erick berharap hasil sementara tersebut menjadikan semangat kedepannya dalam mentransformasi perjalanan Garuda Indonesua untuk kedepannya.

"Meski perjalanan masih panjang, tapi hasil sementara ini memberikan semangat kepada kami dan Garuda untuk terus menjalankan tahapan transformasi selanjutnya," sambung Erick.

Erick juga mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kemenkeu, dimana kementerian tersebut telah menyuntikan modal sebesar Rp 7,5 triliun sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN). Selain itu, Erick juga menghargai kerja keras Garuda Indonesia yang terus berjuang dimana kondisi sedang dalam keadaan sulit.

"Saya apresiasi kinerja seluruh karyawan dan manajemen yang punya andil dalam membukukan laba positif di dua bulan terakhir, setelah selama ini berjuang dalam kondisi pailit," terangnya.

Di tengah situasi global yang belum pasti, penerbangan dalam negeri cukup menjanjikan karena Indonesia adalah negara kepulauan yang cukup besar dan jumlah penduduknya mencapai lebih dari 275 juta.

Oleh sebab itu, Garuda Indonesia sebagai maskapai kebanggaan bangsa Indonesia yang telah berusia 75 tahun ini, menurut Erick harus mau memperbaiki kinerjanya serta meninggalkan pola pola lama yang menjadikan perusahaan negara itu menjadi pailit.