Ekonomi

Erick Thohir Tegaskan Bersih-Bersih BUMN Bukan Cuma Tangkap Menangkap Saja!

"Ini adalah bukti bahwa kita mau berkolaborasi dengan baik khususnya dengan pemerintah, itu kalo dikelola dengan professional dan baik secara transparan"


Erick Thohir Tegaskan Bersih-Bersih BUMN Bukan Cuma Tangkap Menangkap Saja!
Menteri BUMN Erick Thohir, Kejagung ST Burhanuddin dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dalam konferensi pers idi Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin (27/6/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung pada hari Senin (27/6/2022) menetapkan Eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600.

Hal ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang diadakan di Kompleks Kejaksaaan Agung. Ia juga menyinggung bahwa kasus korupsi ini telah merugikan keuangan negara hingg mencapai Rp 8,8 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan bahwa penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung merupakan bukti bahwa pemerintah bisa berkolaborasi dengan profesional serta baik secara transparan.

baca juga:

"Ini adalah bukti bahwa kita mau berkolaborasi dengan baik khususnya dengan pemerintah, itu kalo dikelola dengan professional dan baik secara transparan," kata Erick di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Erick dalam keterangannya juga mengatakan Kejagung telah bekerjasama selama 24 jam tanpa lelah untuk memastikan hal-hal yang perlu di sinkronisasi, yang didukung dari awal oleh audit dari pihak Badan Pengawasan dan Keuangan Pusat (BPKP).

Kemudian, Erick menegaskan bila program Bebersih BUMN ini bukan program tangkap menangkap saja, melainkan penting untuk memperbaiki sistem di seluruh perusahaan BUMN ataupun di Kementerian BUMN itu sendiri.

Bahkan, Erick pun tidak menampik bahwa korupsi itu tiap tahun pasti terjadi, sehingga perlu adanya sistem yang diperbaiki agar kinerja bebersih ini menjadi program kontinu jangka panjang.

Kemudian, Erick mencontohkan kasus Jiwasraya yang tidak kunjung usai sejak tahun 2006 silam, berkat adanya dengan dorongan Presiden, Kejagung dan BPKP menjadikan perbaikan Jiwasraya menjadi menuju kearah yang lebih baik.

Kemudian, Erick juga memberikan contoh terbaru yang saat ini sedang dilakukan oleh BUMN, Kejagung dan BPKP, yakni Garuda Indonesia.