News

Erick Thohir Sebut 'Tarif' Dirut BUMN Rp25 M, Said Didu: Segera Laporkan ke KPK Agar Tidak Fitnah

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengapresiasi sikap Erick Thohir yang bersedia membuka tabir tersebut.


Erick Thohir Sebut 'Tarif' Dirut BUMN Rp25 M, Said Didu: Segera Laporkan ke KPK Agar Tidak Fitnah
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu (Facebook/ Muhammad Said Didu)

AKURAT.CO, Belum lama ini, Menteri BUMN Erick Thohir membongkar persoalan mengejutkan terkait praktik jual beli jabatan di perusahaan pelat merah.

Erick Thohir mengatakan, harga jabatan untuk Direktur Utama (Dirut) BUMN  berkisar Rp25 miliar. Akan tetapi, ia enggan mengungkapkan nama perusahaan dan identitas petinggi perseroan negara tersebut.

Menurut penuturannya, sebenarnya sangat mudah mencari profit dari posisi yang dijabatnya saat ini.

Menanggapi hal tersebut, mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengapresiasi sikap Erick Thohir yang bersedia membuka tabir tersebut.

Pak Menteri @erickthohir yth, trm ksh sdh membuka bhw utk jadi Dirut BUMN di masa lalu hrs byr Rp25 m,” tulisnya sebagaimana dikutip dari akun Twitter @msaid_didu, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Oleh karena itu, Said Didu meminta Erick agar segera melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab jika tidak, maka ada sembilan Menteri BUMN dan ratusan mantan Direksi sebelum Erick Thohir menjabat yang dapat terkena fitnah.

Artinya Bpk sdh punya data lengkap. Agar tdk fitnah mhn data bpk sgr dilaporkan ke @KPK_RI,” ujar dia.

"Karena pernyataan Bpk bhw dulu utk jadi Dirut hrs bayar Rp25 m, ini menyangkut nama2 orang besar minimal 13 mantan Menteri dan 1 orang Menteri yg dulu terkait dgn pernyataan Bpk tsb," sambung dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan nama-nama sembilan mantan Menteri BUMN terkena stigma negatif dari pernyataan Erick Thohir tersebut.