Ekonomi

Erick Thohir: Realitasnya, Kondisi Pertanian Terus Menurun

Erick Thohir: Realitasnya, Kondisi Pertanian Terus Menurun
Menteri BUMN Erick Tohir memberikan kata sambutan dalam seminar terbuka Asosiasi Media Siber Indonesia di Gedung Audotorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). Seminar ini bertajuk (Sopian)

AKURAT.CO Menteri BUMN Erick Thohir melanjutkan, Kementerian BUMN telah membentuk PMO pangan untuk membangun ekosistem pangan yang bermanfaat untuk semua. Kemudian, pangan menjadi bagian dari sektor unggulan BUMN untuk menopang pembangunan ekonomi Indonesia.

Bahkan menurutnya, Kementerian BUMN telah menetapkan transformasi pangan sebagai langkah awal.

“Sejak COVID-19 kita lakukan pertemuan pembahas pangan, kita bangun ekosistem pangan yang baik untuk semua, apakah BUMN dengan private sector atau swasta, BUMN dengan para penemu inovasi, ataupun dengan para pelaku petani, ini yang akan kita lakukan, termasuk UMKM menjadi bagian,” terang Menteri Erick. 

baca juga:

Ke depan menurutnya, peluang pangan sangat besar dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik hingga 2024. Apalagi masyarakat kelas menengah pada tahun 2030 akan mencapai sekitar 145 juta jiwa dan angka ini akan terus melanjut.

“Daya beli meningkat menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang membaik, konteks lain artinya perlu pangan,” katanya.

Menteri Erick mengatakan Indonesia memiliki potensi produktivitas pertanian dan perikanan yang sangat besar untuk dikembangkan bagi kesejahteraan petani dan nelayan, bangun ekosistem.

“Infrastruktur pangan kita, ID Food kita, ayo bersama-sama BUMN, swasta, UMKM, para penemu riset, adik-adik mahasiswa yang bisa menjadi riset bersama, kita dorong untuk ekonomi kita tumbuh, ekosistem yg bisa digabungkan. Sudah seyogyanya kita berkolaborasi memastikan kemandirian pangan, kita rajut ekosistem pangan Indonesia untuk kesejahteraan rakyat dan petani, untuk Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, Menteri Erick membuka kepada semua pelaku usaha dan pakar untuk membangun ekosistem pangan yang saling membangun. Sebab, tidak bisa membangun ekosistem pangan hanya oleh satu stakeholder.

Menteri Erick juga mengingatkan, peran petani juga harus menjadi perhatian khusus. Jadi bagaimana memastikan produksi pangan tetap terjaga, Apalagi realitasnya, kondisi pertanian terus menurun. Terlihat bagaimana lahan pertanain berkurang, rata-rata petani hanya memiliki lahan di bawah 1 hektare.