Olahraga

Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Blue Print 100 Tahun Sepak Bola

Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Blue Print 100 Tahun Sepak Bola
Erick Thohir (jaket merah) menggelar konferensi pers usai mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum PSSI di Kantor PSSI, Jakarta, Minggu 15 Januari 2023. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Calon Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menegaskan, Indonesia harus memiliki cetak biru (blue print) persepakbolaan untuk 100 tahun ke depan. Cetak biru tersebut akan membimbing Indonesia untuk terus melangkah secara konsisten ke arah yang tepat dalam membangun sepak bola yang kuat. 

Erick mengatakan langkah membuat cetak biru sepak bola sukses dilakukan Jepang. Kini, negara yang pernah belajar sepak bola ke Indonesia tersebut justru mencatatkan prestasi luar biasa di Asia, bahkan masuk ke jajaran tim nasional elit di Piala Dunia. 

Erick berbagi pandangannya tersebut melalui unggahan di Instagram, @erickthohir, Selasa (31/1/2023). Menurutnya, Jepang telah lama memiliki Blue Print 100 tahun sepakbolanya. Mereka bahkan mengirim timnya untuk datang ke Indonesia dan melihat Liga Indonesia. 

baca juga:

“Artinya apa? Ada sesuatu continuity yang harus bersamaan. Ini yang kita harapkan juga. Kita harus punya blue print. Jepang punya blue print 100 tahun sepakbolanya. Emang dia mikirin, siapa PM (perdana menteri) – nya, siapa menporanya, siapa ketua PSSI – nya. Tidak. Kenapa? Karena ini (sepak bola) bukan politik. Ini adalah olahraga,” tegas Erick.

Sepak Bola Berbudaya

Erick menambahkan, Jepang mengkombinasikan sepak bola dengan budaya mereka. Budaya yang tumbuh di negara dan masyarakatnya diterapkan pada sepak bolanya. Itu berlaku pada pemainnya, bahkan hingga pada para suporternya. 

Budaya Jepang diterapkan para pemainnya dengan bermain tim, bukan individual. Sementara para suporternya telah mengejutkan publik global melalui perilaku terhormat mereka dengan membersihkan tempat mereka menonton sepak bola. 

“Mereka sangat serius. Kalau kita lihat sepak bola Jepang itu, benar – benar culture - nya mereka. Cara mereka bermain, itu culture mereka. Gak ada individual. Apalagi kalau kita lihat bagaimana para suporter Jepang kasih lihat culture lagi. Bersih – bersih setalah nonton piala dunia. Loker pemain juga bersih. Nah itu kan culture yang disampaikan,” ujar Erick. 

Menurut Erick, Indonesia sangat memiliki peluang untuk memajukan sepak bolanya, karena Indonesia juga negara kaya yang menjunjung tinggi kebudayaannya. Namun, Indonesia belum memiliki manajemen persepakbolaan yang solid dan berkelanjutan. 

Dia menegaskan, persepakbolaan Indonesia tidak akan bisa maju jika tidak memiliki sistem dan kepemimpinan. Pengelolaan sepak bola yang memiliki kepemimpinan saja, namun tidak memiliki sistem, hanya akan membuat pengelolaan yang tidak memiliki keberlanjutan. 

Sebaliknya, pengelolaan hanya hanya memiliki sistem atau SOP, namun tidak memiliki kepemimpinan, maka hanya akan membuat pengembangan persepakbolaan berada ditataran teori. 

“Tidak mungkin perubahan itu terjadi tanpa ada SOP, sistem, dan leadership. Musti ada. Kalau hanya leadership ‘Wah (pemimpin) ini bagus nih’. Nanti (pada saat) dia diganti, dan gak ada sistemnya, rusak lagi.  Atau ada sistem, tetapi gak ada pemimpinnya, percuma, bakal jadi makalah. Itu Indonesia paling seneng bikin makalah tebal – tebal,” pungkas Erick. 

Lima Calon Lolos Verifikasi 

Komite Pemilihan (KP) PSSI telah mengumumkan daftar nama calon Ketua Umum dan Komite Eksekutif (Exco) PSSI sementara periode 2023-2027. Lima nama yang mengajukan diri menjadi calon ketua umum dinyatakan lolos verifikasi untuk pemilihan pada KLB PSSI, salah satunya Erick Thohir.

KP PSSI sebelumnya melakukan verifikasi para bakal calon Exco PSSI sejak 22 Januari hingga 31 Januari 2023. Verifikasi tersebut meliputi dokumen dan administrasi sesuai statuta PSSI, termasuk soal masa aktif di sepakbola Indonesia.

"Sebagaimana jadwalnya 22-31 Januari, hari ini kita lakukan verifikasi penelitian segala dokumen seluruh calon serta para dukungan yang masuk ke KP," ujar Ketua KP PSSI, Amir Burhanuddin, dalam keterangan pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (31/1).

"Perlu kami informasikan bahwa dalam verifikasi, dinamika sangat kuat di internal kami, terutama terkait dengan ketelitian, serta syarat-syarat lain yang disyaratkan di statuta," tambahnya.

Dalam prosesnya, Amir menjelaskan rapat KP PSSI sempat terjadi deadlock beberapa kali. Bahkan, lanjut dia, suatu keputusan terpaksa kami ambil mekanisme voting.

"Namun alhamdulillah KP dapat melakukan tugasnya hingga sore ini bisa kami umumkan daftar calon sementara yang mana kami tuangkan dalam suatu surat keputusan," katanya.

"Dari nama-nama tersebut, Komite Pemilihan memutuskan, ada lima calon ketua umum yang kita putuskan telah memenuhi syarat."

Kelima calon ketua umum PSSI sementara tersebut sama seperti yang telah mendaftar sejak awal. Yakni La Nyalla Mahmud Mattalitti, Doni Setiabudi, Arief Putra Wicaksono, Erick Thohir, dan Fary Djamie Francis.

"Itu adalah nama nama calon ketua umum yang kami nyatakan lolos dan akan maju ke proses pemilihan," tuturnya.

Selanjutnya, para calon sementara ketua umum PSSI tersebut tinggal menunggu waktu pemilihan dalam KLB PSSI, yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2023 mendatang.[]