News

Erick Thohir Dorong Ivermectin Jadi Obat Terapi COVID-19, Komisi IX: Jangan Sembarang Memberi Endorse!

Penanganan COVID-19 mengedepankan prinsip kejujuran dan transparansi


Erick Thohir Dorong Ivermectin Jadi Obat Terapi COVID-19, Komisi IX: Jangan Sembarang Memberi Endorse!
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO, Pernyataan Menteri BUMN yang menyebutkan Ivermectin sebagai obat terapi COVID-19 menimbulkan polemik.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar tidak sembarangan memberikan endorsement obat terapi COVID-19 jika belum ada pembuktian ilmiah.

“Sebagai pihak yang paling berwenang dalam menangani pandemi, pemerintah harus berhati-hati dalam membuat pernyataan atau kebijakan. Pastikan setiap pernyataan yang keluar ke publik harus didukung oleh data dan fakta yang akurat," tegas Netty di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Menurut Netty, BPOM sebagai pemegang otoritas peredaran obat memberikan izin edar obat Ivermectin sebagai obat cacing, bukan terapi pengobatan COVID-19.

“Negara-negara yang pernah memakai Ivermectin sebagai obat COVID-19 sudah menghentikan penggunaannya. Kenapa pemerintah justru mengendorse sebagai obat COVID-19 dan bahkan akan menyiapkan produksinya secara massal? Bukankah izin edar yang dikeluarkan BPOM adalah sebagai obat cacing?," imbuhnya.

Netty berharap, penanganan COVID-19 mengedepankan prinsip kejujuran dan transparansi dalam setiap kebijakan dan langkah apapun yang diambil. 

"Pemerintah harus jujur dan transparan dalam mengambil setiap kebijakan agar tidak  menimbulkan polemik dan resistensi di masyarakat. Saat ini masyarakat sedang sensitif dan jenuh dengan keadaan pandemi yang berkepanjangan," katanya.

Selain itu, Netty juga meminta pemerintah agar  penanganan pandemi berpegang pada prinsip  scientific based policy, untuk tujuan  keselamatan rakyat, bukan untuk motif politik maupun ekonomi.

"Jangan sampai melonjaknya kasus COVID-19 dijadikan peluang sebagian pihak untuk mencari keuntungan. Jangan ada moral hazard dalam menangani pandemi COVID-19 ini untuk mencapai tujuan politik atau ekonomi. Pastikan semua kebijakan berprinsip scientific based policy, untuk tujuan  keselamatan  rakyat,” pungkasnya.