News

Erick Thohir Disebut Punya Sisi Layak Jadi Kuda Hitam Capres

Tiga nama yang mencuat dalam Rakernas Partai NasDem adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Manteri BUMN Erick Thohir.


Erick Thohir Disebut Punya Sisi Layak Jadi Kuda Hitam Capres
Presiden INASGOC, Erick Thohir pada acara Adendum Host City Contract Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (15/10). Adendum Host City Contract ini diatur ketentuan terbaru bahwa INASGOC akan lebih fleksibel dan lebih awal mencairkan dana dari sponsor yang masuk melalui OCA sebagai pemegang right Asian Games (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Rakernas Partai NasDem dinilai sebagai ajang yang cukup menarik untuk menggambarkan realitas politik terkini. Untuk pertama kalinya, partai politik membicarakan aspirasi calon presiden secara terbuka.

Bukan calon dari internal partai, Rakernas Partai NasDem justru memunculkan sejumlah nama tokoh dari beragam latar.

Tiga nama yang mencuat dalam Rakernas Partai NasDem adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

baca juga:

Pengamat Politik M Qodari memiliki penilaian terkait tiga nama yang muncul pada Rakernas Partai NasDem. Menurutnya, Ganjar dan Anies memang bersaing di tempat teratas. Sebaliknya, Erick menjadi 'kuda hitam'.

Qodari menilai Erick punya potensi untuk bisa menjadi representasi Partai NasDem dalam Pilpres 2024. "Memang saat ini elektabilitasnya masih belum maksimal, tapi ini menjadi peluang bagi NasDem untuk menggerakkan mesin politiknya," ujar Qodari kepada wartawan, belum lama ini. 

Qodari menuturkan, ada sisi Erick yang membuatnya layak menjadi 'kuda hitam' Capres Partai NasDem. Ini karena figur Erick yang relatif mudah diterima kader Partai NasDem.

"Karena belum punya partai, (jadi) dia (Erick) belum ada warna apa-apa seperti Ganjar warnanya sudah merah. Karena itu tidak mengalami risiko pembelahan suara,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah menyampaikan, Erick adalah figur potensial yang wajar bila dilirik banyak parpol. Dedi merujuk pertemuan Erick dengan Megawati pekan lalu yang dinilai membuktikan bahwa sosok Erick mudah diterima oleh kekuatan utama politik nasional.

“Setidaknya, Erick cukup menarik. Selain kepercayaan publik yang cukup kuat pada tokoh profesional, juga ia diyakini mampu berimbas elektoral,” ujar Dedi. []