Ekonomi

Erick Thohir Curhat Soal Renovasi Sarinah: Kita Sampai Minta-minta!

Erick Thohir Curhat Soal Renovasi Sarinah: Kita Sampai Minta-minta!
Menteri BUMN Erick Thohir (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa tidak banyak pihak yang percaya bahwa BUMN ingin merenovasi Gedung Sarinah. Pihaknya saat itu ingin berkomitmen untuk melakukan pemugaran mal pertama di Indonesia itu agar tidak dilupakan oleh semua orang.

Diketahui, Mal Sarinah sendiri merupakan mal pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1960-an dalam rangka menyambut Asian Games 1962.

Erick mengaku bahwa dirinya secara bersama-sama ingin membangun Sarinah dan sempat begging alias meminta-minta untuk merombak aset sejarah itu.

baca juga:

"Tidak ada yang percaya, kita harus begging, harus memohon bahwa BUMN komit bangun Sarinah karena ini aset sejarah di tengah kota," ujar Erick dalam acara Indonesia Retail Summit 2022 pada Senin (15/8/2022).

Kemudian, setelah renovasi selesai pada Maret 2022, jumlah kunjungan Gedung Sarinah dalam waktu 5 bulan telah mencapai 6 juta orang, dengan rata-rata kunjungan yang dayang sebanyak 400 ribu orang per harinya.

Hal tersebut menurut Erick merupakan hasil kerja keras dari manajemen yang telah memberikan sumbangsihnya.

"Alhamdulillah dengan kerja keras manajemen terima kasih selama 5 bulan pembukaan angka visitornya sudah hampir 6 juta," tuturnya.

Menteri BUMN juga menginginkan nantinya Gedung Sarjnah bisa menjadi pusat kunjungan bagi tamu - tamu negara hingga menjadi spot point bagi turis asing yang ingin datang berkunjung ke Indonesia dengan tak menjegal bisnis ritel modern milik pengusaha swasta.

"Kami juga bukan berarti mau mengkanibalkan teman-teman pengusaha mal, tidak. Kami yakin kalau bisnis modelnya, ekosistem yang dibangun secara menguntungkan pasti bisa," jelasnya.

Lebih lanjut, Erick juga membuka kesempatan bagi pengusaha yang mau meniru konsep bisnis perbelajaan yang dimiliki oleh Gedung Sarinah dan menerapkannya di masing-masing kota di Indonesia, karena Sarinah juga difokuskan sebagai jendela bagi merek lokal untuk unjuk gigi.

"Tidak apa-apa kita di-copy karena kita nggak mau juga bikin Sarinah di masing-masing kota, silakan pengusaha bikin tetapi kita akan fokus kepada Sarinah sebagai jendela untuk merek lokal," tandasnya.[]