Ekonomi

Erick Thohir Buka Suara Soal Pertamina Pasok GDC di Eropa

Erick Thohir Buka Suara Soal Pertamina Pasok GDC di Eropa
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat mengikuti rapat kerja dengan komisi VI di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Rapat kerja ini membahas kinerja keuangan BUMN yang terdampak utang luar negeri serta perkembangan investasi di Indonesia pada 2021 dan 2022. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi ekspansi Pertamina Group (Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Marketing dan Distribution (PIMD), dan Pertamina International Shipping (PIS) terkait green diesel component (GDC) atau komponen biodiesel di pasar Eropa yang saat ini belum dapat terserap oleh pasar domestik.

Erick mengatakan, new and renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) ini memiliki keunggulan ramah lingkungan dan kualitasnya lebih baik dari biodiesel konvensional.

"Bahan baku biodiesel ini umumnya dari virgin vegetable oil, tetapi dapat juga menggunakan used cooking oil (UCO) dan waste residue dari animal fat," ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (1/10/2022).

baca juga:

Erick mengatakan, permintaan GDC di Uni Eropa terbagi dalam dua kategori, yakni base CPO sekitar 150.000 metrik ton per tahun dan base UCO 300.000 hingga 500.000 metrik ton per tahun. Trafigura telah menyampaikan ketertarikan dalam membeli GDC Pertamina Group.

"Trafigura bahkan telah lebih dulu melakukan pembelian ke Pertamina Group. Perjanjian ini dilakukan agar penjualan GDC bisa berjalan secara long term," ujarnya. 

Erick menyebut, potensi konsumsi FAME & bahan baku biodiesel Eropa akan terus meningkat seiring target European Renewable Energy Directive (RED II) untuk penggunaan energi terbarukan pada 14 persen di sektor transportasi seluruh Eropa di 2030 atau naik dari target RED I yang sebelumnya sebesar 10 persen. 

Erick melanjutkan, bahan baku UCO lebih disukai karena mekanisme penghitungan ganda di Eropa. "Sementara, palm oil tertekan karena beberapa negara Eropa melarang penggunaan bahan baku palm oil dalam jangka panjang, di mana salah satu target RED II adalah pelarangan penggunaan GDC berbasis palm oil di Eropa," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap penetrasi pasar GDC tidak berhenti di sini. Dia meminta Pertamina Group terus membuka peluang untuk meningkatkan penetrasi dalam menjadi pemain GDC di kancah internasional. Menurut Erick, ketertarikan perusahaan Eropa memberikan bukti bahwa kualitas GDC KPI mampu bersaing dengan perusahaan lain.

"Dengan besarnya potensi yang ada di Eropa, bahkan Asia, ini menjadi kesempatan besar bagi Pertamina Group untuk terus memperluas jangkauan produk GDC," tutupnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi