Ekonomi

Erick Thohir: 10 Tahun BUMN Setor Rp3.295 Triliun ke Kas Negara

Menteri Erick Thohir menyatakan BUMN setor pendapatan Rp3.295 triliun selama 10 tahun ke kas negara


Erick Thohir: 10 Tahun BUMN Setor Rp3.295 Triliun ke Kas Negara
Menteri BUMN Erick Tohir. ( AKURAT.CO/Ulfa Gusti)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa selama 10 tahun BUMN menyetorkan pendapatan Rp3.295 triliun ke kantong negara. Setoran itu dalam bentuk pajak, dividen dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Kata Erick Thohir, nilai Rp3.295 triliun itu terbagi atas pajak Rp1.872 triliun atau 54%, dividen Rp388 triliun atau 11%, dan PNBP Rp1.035 triliun atau 30%.

Jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan  bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disuntikkan ke perusahaan BUMN pada periode 10 tahun itu yang hanya mencapai Rp147 triliun, atau hanya 4,4% dari setoran BUMN dalam satu dekade.

"Pimpinan Komisi IV DPR RI, kita coba menarik sejarah dari pada PMN, dibandingkan kontribusi dari BUMN atas pajak, PNBP dan dividen dalam 10 tahun terakhir angkanya Rp3.295 triliun. Jika dibandingkan PMN yang dibutuhkan 4% atau Rp147 triliun, dan ini kita coba breakdown dari 2011-2020," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI terkait Pembahasan Mengenai Usulan BUMN Penerimaan PMN Tahun 2022, di Jakarta, Kamis ini (8/7/2021).

Oleh karena itu, Erick Thohir menyebutkan untuk 2020 hingga 2024 PMN dan pendapatan direncanakan akan seimbang sebab semakin banyak pekerjaan yang digarap oleh BUMN.

"Sekarang kok dividen dan PMNnya seimbang. Memang banyak penugasan BUMN yang selama ini dilihat sangat penting," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga mengungkalkan terdapat 12 BUMN meminta modal dalam bentuk PMN untuk 2022. Modal tersebut jika ditotalkan mencapai sekitar Rp72 triliun.

Pertama untuk Hutama Karya (HK), akan ada PMN sebesar Rp31 triliun untuk pembangunan jalan tol. Kemudian untuk permodalan holding pariwisata sebesar Rp9 triliun.

"Ada penambahan permodalan holingisasi pariwisata sebesar Rp9 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi serta pembebasan lahan dan penyelesajan proyek kawasan KEK Mandalika," terangnya.