Ekonomi

Erick Respon Desakan Pengusaha Tekstil Soal Diskon Tarif Listrik PLN


Erick Respon Desakan Pengusaha Tekstil Soal Diskon Tarif Listrik PLN
Pengusaha Erick Thohir saat memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah tokoh untuk diminta menjadi menteri atau kepala lembaga yang akan membantunya menjalankan pemerintahan periode 2019-2024. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pelaku usaha Industri Tekstil, yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah agar memberikan keringanan berupa diskon tarif listrik PT PLN.

Hal itu sebagai upaya pengamanan, yang dilakukan untuk memulihkan kerugian akibat lonjakan barang impor sejenis di tengah wabah COVID-19.

Merespon hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa hal itu merupakan kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kalau stimulus secara besar kebijakan ada di Kemenkeu, tidak bisa parsial," ujar Erick dalam video konferensi, Selasa (24/3/2020).

Kendati demikian, Erick Thohir telah meminta bank-bank BUMN untuk menurunkan suku bunga bagi UKM. Erick mengaku sudah melaporkan rencana penurunan suku bunga kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menkeu Sri Mulyani dengan berbagai skema.

"Kita juga sudah buatkan skema, perusahaan-perusahaan yang industrinya terkena seperi hotel, restoran, dan lain-lain. Nanti tunggu keputusan. Kalau masalah listrik, Telkom itu nanti kita tunggu kebijakan," ucap Erick.

Erick mengaku maklum dengan kesulitan yang dihadapi dunia usaha saat ini. Oleh karena itu, dia telah mengumpulkan bank-bank BUMN untuk membahas pemberian stimulus bagi para dunia usaha.

"Bank-bank himbara kita sudah rapat hari Sabtu, stimulus apa yang bisa kita bantu, tidak hanya UKM tapi juga industri yang saya sampaikan tadi. Nanti kebijakan kita koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, karena BUMN bukan regulator," pungkas Erick.[]