Ekonomi

Erick Pede Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian Dukung Bisnis UMKM

Erick Pede Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian Dukung Bisnis UMKM
Logo Baru Kementerian BUMN (HUMAS KEMENTERIAN BUMN)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan tujuan inisiatif pemerintah untuk menyinergikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI, PT PNM (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) yakni untuk mendukung bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kami harap sinergi ini akan mendorong pelaku usaha naik kelas," kata Erick dalam MNC Group Investor Forum 2021 di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Menurut Erick, langkah menyinergikan tiga BUMN yang banyak berperan dalam pengembangan UMKM itu merupakan langkah tepat, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Saya rasa ini penting, terutama di tengah pandemi seperti ini, kita bisa melahirkan UMKM," katanya.

BRI sendiri merupakan bank yang fokus memberikan pembiayaan pada pelaku UMKM. PNM bergerak di sektor ultra mikro, sementara Pegadaian merupakan BUMN yang mengelola utang.

Sinergi ketiga BUMN yang dinamai Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) itu diharapkan mampu meningkatkan rasio penyaluran kredit ke UMKM yang jumlahnya mencapai 98 persen dari total pelaku usaha.

Pembentukan holding ultramikro akan memberikan sejumlah manfaat, diantaranya bertujuan memperluas jangkauan dalam meningkatkan layanan dan memberdayakan masyarakat di bidang ultramikro secara berkelanjutan.

Holding ultramikro juga akan dapat meningkatkan valuasi entitas melalui peningkatan profitabilitas BRI, Pegadaian, dan PNM. Kemudian meningkatkan efisiensi bisnis melalui sinergi entitas dan perbaikan tata kelola yang baik.

Di sisi lain, juga akan membantu menurunkan cost of fund yang bersumber dari dana murah segmen ultra mikro dan sumber pendanaan alternatif. Serta kebijakan tersebut dinilai akan membangun organisasi yang berbasis environment, social, dan governance.

Sekadar informasi, Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai BRI memiliki kapabilitas untuk mengurangi berbagai program pengembangan UMKM dan ultra mikro yang selama ini banyak terduplikasi di antara ketiga perusahaan. Kemudian, efisiensi dana dari PNM dan Pegadaian akan lebih mudah terwujud pasca integrasi ini berlangsung.

baca juga:

Kondisi tersebut, lanjut Toto, diprediksi berdampak pada semakin cepatnya PNM dan Pegadaian dalam menjalankan tugasnya, dan dapat memiliki daya saing lebih tinggi saat berhadapan dengan perusahaan-perusahaan fintech.

"Strategi digitalisasi bagi PNM dan Pegadaian dapat lebih cepat. Dalam jangka panjang mereka juga bisa menguatkan segmen market masing-masing perusahaan," ujar Toto dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).[]

Sumber: ANTARA

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu