Ekonomi

Erick Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berjalan Meski Ada COVID-19


Erick Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berjalan Meski Ada COVID-19
Suasana area proyek pembangunan Terowongan atau Tunnel Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/11/2019). Pembangunan terowongan atau tunnel kereta cepat sepanjang lima kilometer tersebut membentang dari Halim Perdanakusuma hingga Pondok Gede. Selain itu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung pada 2020 dan mulai beroperasi pada 2021. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terus berjalan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

"Saya rasa begini, jangan tunda-tunda yang perlu ditunda. Jadi yang namanya Key Performance Indicator atau KPI yang kita perlihatkan kepada bapak Presiden Joko Widodo, kita jalan terus termasuk proyek kereta cepat," ujar Erick Thohir dalam video conference di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Menteri BUMN tersebut mengatakan kendati demikian pada saat ini karena kondisi daripada kemitraan kita dengan China, tentu tenaga kerja asing yang terlibat proyek kereta cepat belum bisa masuk sehingga ada penundaan-penundaan.

"Tapi proyek masih jalan terus karena ingat penduduk Indonesia jumlahnya ratusan juta orang, suka tidak suka nanti yang namanya transportasi publik akan kembali diutamakan," tutur Erick dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai salah satu dari tiga prioritas program Kementerian BUMN.

Menteri BUMN tersebut berharap pembangunan kereta cepat bisa lebih cepat, supaya visi untuk menyambung Pulau Jawa dengan kereta cepat bisa menjadi kenyataan setelah tol trans jawa sekarang kereta cepat.

Sedangkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dalam jangka panjang, jalur kereta cepat Jakarta-Bandung akan diteruskan sampai Surabaya lewat jalur selatan, sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan transportasi penduduk di Jawa bagian selatan.

Dikatakan Menhub, pemerintah ingin mengakomodasi alternatif transportasi darat bagi masyarakat di Jawa bagian selatan seperti Garut, Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo.

Terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Menhub mengatakan, pemerintah tetap peduli adanya alih teknologi dari China ke Indonesia. Sehingga, Indonesia juga bisa mengoperasikan kereta api cepat berteknologi tinggi itu.

Terkait adanya ratusan pekerja China yang mengerjakan proyek itu dan saat ini masih berada di China, Menhub mengatakan hal itu tidak menghambat target penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung selesai akhir 2020.[]